Siapa yang menyangka di balik prestasinya yang gemilang, mantan peringkat satu dunia sektor tunggal putri itu pernah berlatih di Indonesia. Mengingat bulutangkis tidak begitu populer di Spanyol, wajar saja untuk Marin memilih berlatih di Indonesia yang menjadi salah satu kiblat bulu tangkis dunia.
Marin berlatih di Indonesia pada 2013, tepatnya di Pelatnas Cipayung. Marin mengikuti program latihan bersama dengan para pemain Indonesia seperti Linda Wenifanetri, Gregoria Mariska, Hana Ramadhani dan pemain bulutangkis tunggal putri Indonesia yang lainnya.
Selain itu, Marin juga berlatih di Indonesia sebelum ia mengikuti turnamen Australia Open dan Indonesia Open 2015. Berkat semua kerja keras dan prestasinya, nama Carolina Marin saat ini telah diabadikan menjadi nama sebuah nama gelanggang olahraga di kota Huelva, Spanyol.
Nama gelanggang yang sebelumnya disebut Palacio de Deportes de Huelva kini berubah menjadi Palacio de Deportes Carolina Marin. Dalam bahasa Spanyol, nama itu itu berarti Istana Olahraga Carolina Marin.
Demikian kisah Carolina Marin, seorang srikandi bulutangkis yang pernah berlatih badminton di Indonesia dan menjadi juara dunia 3 kali.
(Rivan Nasri Rachman)