JAKARTA – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky, mengevaluasi performa dua wakil Indonesia di sektor ganda putra pada BWF World Tour Finals 2022, yakni Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Menurutnya, kedua pasangan itu sudah tampil apik, meski terkadang mudah kehilangan fokus.
Sebagaimana diketahui, Indonesia gagal membawa pulang satu pun gelar juara dari ajang BWF World Tour Finals 2022. Sebenarnya, Indonesia memiliki peluang memiliki satu gelar di BWF World Tour Finals 2022 lewat ganda putra.
BACA JUGA: Mimisan saat Tampil di Final BWF World Tour Finals 2022, Mohammad Ahsan Dapat Dukungan dari Netizen
Pasalnya, Ahsan/Hendra berhasil masuk ke babak final. Mereka menghadapi wakil China, Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi, di partai puncak.
Namun, dalam duel yang digelar di Nimibutr Arena, Bangkok, Thailand pada Minggu 11 Desember 2022, Ahsan/Hendra harus puas menjadi runner-up. Mereka harus mengakui kehebatan lawannya usai kalah dengan skor 17-21, 21-19, dan 12-21.
Melihat penampilan Ahsan/Hendra, Rionny mengakui adanya kehilangan fokus bermain di game ketiga. Meski gagal menjadi juara, ia melihat Ahsan/Hendra sudah maksimal, apalagi di usianya yang sudah tidak muda lagi.
"Di final, saya lihat Ahsan/Hendra ada penurunan fokus terutama di game ketiga, tapi memang dengan usia dan kondisi dari babak awal sudah main habis-habisan hasil ini maksimal buat mereka," kata Rionny, dilansir dari rilis PBSI, Senin (12/12/2022).
Sementara itu, Rionny mengakui Fajar/Rian memiliki kemampuan bagus, tetapi fokus menjadi masalah utama di poin-poin krusial. Ia menjelaskan Fajar/Rian terkadang bermain kurang konsisten dan harus bisa lebih sabar lagi.
"Sama dengan Fajar/Rian, secara skill sudah bagus sekali, tapi lagi-lagi fokus di poin-poin penting kadang belum konsisten, bagaimana mereka harus lebih sabar lagi," ucapnya.
Fajar/Rian sebenarnya bisa melaju ke babak final untuk menghadapi Ahsan/Hendra. Namun, langkah mereka terhenti di babak semifinal usai kalah dari Liu/Ou dengan skor 20-22, 11-21, dan 19-21.
(Djanti Virantika)