TERNYATA ada peran Max Verstappen di balik bergabungnya Nyck De Vries dengan Scuderia AlphaTauri. Sang juara dunia F1 2022 mengaku pernah menyarankan Nyck De Vries untuk langsung menghubungi penasihat Red Bull, Helmut Marko, selepas penampilan gemilangnya di Monza.
Pada F1 Italia 2022, Nyck De Vries mendapatkan panggilan darurat dari Williams Racing setelah Alex Albon terpaksa absen karena radang usus buntu. Juara dunia Formula E 2020-2021 tersebut pun memaksimalkan kesempatannya dengan baik dengan mencetak poin usai finis di peringkat kesembilan dalam debutnya di F1.
Pada Sabtu 8 Oktober 2022 menjelang Grand Prix Jepang, sang pembalap asal Belanda resmi direkrut tim junior Red Bull, AlphaTauri, untuk mengisi bangku yang ditinggalkan Pierre Gasly yang berlabuh ke tim Alpine mulai musim depan.
Kontrak baru itu menghidupkan kembali asa De Vries, yang setelah menjadi juara dunia Formula 2 pada 2019 hanya menjadi pembalap cadangan Mercedes.
Nyatanya, Verstappen berperan dalam keberhasilan De Vries mengamankan kontrak dengan tim satelit Red Bull tersebut. Verstappen mengungkapkan bahwa ia dan De Vries keluar untuk makan malam setelah balapan di Monza.
"Dan saya menyuruhnya untuk menelepon (Helmut), ini mungkin waktu yang sempurna," kata Verstappen kepada kompatriot senegaranya, seperti dikutip laman resmi F1 via Antara, Minggu (9/10/2022).
Segera setelah mengamankan jasa De Vries, Red Bull melepas Gasly satu tahun lebih dini dari kontraknya yang seharusnya berakhir 2023. Sang pembalap asal Prancis sebelumnya telah menghabiskan sembilan tahun di bawah tim milik perusahaan minuman berenergi itu.
"Helmut adalah orang yang ketika dia suka [dengan pembalap], dia cukup berani untuk memberinya bangku membalap. Ini kabar baik, kami [Verstappen dan De Vries] adalah teman baik,” kata Verstappen.
Kepala tim AlphaTauri Franz Tost mengaku finis P9 De Vries di Monza memiliki pengaruh spesial terhadap keputusan Red Bull memilihnya.
"Dia menjalani balapan dengan fantastis, tidak melakukan kesalahan dan oleh karena itu memilih dia adalah keputusan mudah," kata Tost.
De Vries memiliki pengalaman cukup banyak dalam kategori balap lainnya yang membantunya dengan cepat beradaptasi dengan mesin F1.
Tim Aston Martin, Williams, dan Mercedes sangat memuji penampilan sang penbalap berusia 27 tahun menyusul penampilannya saat latihan bebas pertama untuk ketiga tim tersebut.
Mereka tahu talenta sang pembalap dan tak ragu meminta bantuan De Vries, meski masih tergolong baru di F1.
Red Bull kini yakin De Vries dapat menjadi pembalap hebat bukan hanya untuk AlphaTauri tapi juga sebagai pelapis apabila Verstappen atau Sergio Perez tidak fit untuk menjalani balapan dengan tim utama.
"Semoga periode pembelajaran bagi Nyck berkurang menjadi beberapa sesi tes saja," kata Tost yang berharap sang pembalap dapat membantu tim pada tes pascamusim di Abu Dhabi.
"Itu berarti saya berharap dia sangat kompetitif sejak balapan pertama pada 2023."
De Vries akan menjadi mitra Yuki Tsunoda, yang bakal menjalani musim ketiganya dengan AlphaTauri.
(Dimas Khaidar)