JAKARTA – Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, sukses menyabet gelar juara Badminton Asia Championship 2022. Gelar ini pun menjadi spesial bagi pasangan tersebut, khususnya Pramudya Kusumawardana yang ingin menjawab keraguan sang ayah.
Baru-baru ini, Pramudya sukses meraih gelar bergengsi bersama pasangannya di ganda putra, Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, sebagai juara Asia 2022 di Manila, Filipina. Gelar membanggakan tersebut kemudian Pramudya dedikasikan kepada almarhum ayahnya yang telah meninggal dunia pada 2021.
Melalui unggahanya di Instagram beberapa hari lalu, pemain kelahiran Sukabumi itu mempersembahkan gelar kepada mendiang ayahnya karena ingin membuktikan diri bisa menjadi juara di kompetisi tingkat tinggi. Sebab, semasa sang ayah hidup, keberhasilan Pram -sapaan akrab Pramudya- tidak pernah diakui, bahkan kemampuannya sering diragukan.
“Sebenarnya motivasi saya ingin menunjukkan kepada papa kalau saya bisa bersaing di level tinggi. Karena dulu, dia pernah bertanya apakah saya bisa bersaing di level tinggi di saat saya sedang di posisi terendah. Jadi, itu salah satunya,” ungkap Pramudya saat dihubungi MNC Portal Indonesia.
Secara khusus, Pramudya pun mengakui bahwa ia sejatinya tidak memiliki kedekatan istimewa dengan almarhum ayahnya yang mendidiknya secara keras. Pengakuan itu sempat ia lontarkan kepada tim MNC Portal Indonesia pada akhir tahun lalu saat bertemu di ajang Indonesia Badminton Festival 2021 di Bali.
“Saya sama keluarga saya itu sebenarnya tidak terlalu dekat. Sering berantem juga. Jadi, papa tuh mendidik saya keras gitu,” ucap Pramudya secara singkat kala itu.
BACA JUGA: Juara Badminton Asia Championship 2022, Pramudya/Yeremia Senang Ikuti Jejak Kido/Hendra
Bahkan, didikan keras sang ayah masih membekas dalam benak Pramudya. Secara terinci, ia menjelaskannya dalam sebuah video dokumenter di akun Youtube Kabizza Fest Kota Sukabumi, yang diunggah beberapa bulan lalu.
Pramudya mengatakan sempat merasa kesal karena sepanjang kariernya di dunia bulu tangkis, tidak pernah mendapat apresiasi dari sang ayah. Padahal di satu sisi, Pramudya sangat mengharapkan ada rasa bangga dari seorang ayah yang disampaikan kepada dirinya ketika tampil sebagai juara.
BACA JUGA: Usai Juara Badminton Asia Championship 2022, Pramudya/Yeremia Incar Medali Emas SEA Games 2021
“Dia itu seringnya kalau saya juara suka ngomongnya bukan selamat, tapi belum apa-apa. Gitu doang. Dia enggak pernah ngomong kayak, ‘Saya bangga sama kamu, kamu sudah bagus’. Enggak, enggak pernah dia ngomong begitu. Jadi, setiap saya menang, ‘Alah belum apa-apa, latihan lagi’,” ucap Pramudya dalam video dokumenter tersebut.
“Tapi, itu yang bikin saya terus improve diri saya supaya papa itu senang. Saya mau dibilang bangga sama papa. Tapi, lama-kelamaan saya enggak bakal dapat itu dari papa. Jadi ya sudah, tetapi saya harus improve terus. Lebih bagus sih lebih kuat jadinya,” sambungnya.