TOKYO - Terselip momen unik dalam upacara penutupan Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung di Olympic Stadium, Tokyo, Jepang, Minggu (8/8/2021) malam WIB. Sebab, upacara penutupan Olimpiade Tokyo 2020 diwarnai pengalungan medali cabang olahraga (cabor) atletik nomor maraton putri dan putra.
Hal ini dikarenakan cabor ini baru selesai di stadion yang sama sebelum upacara penutupan. Alhasil, cabor ini belum menyelenggarakan upacara pengalungan medali.
Pertama, pengalungan medali kepada nomor maraton putri yang dipimpin oleh Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, dan Presiden Atletik Dunia, Lord Sebastian Coe. Mereka membawa baki yang menyediakan bunga dan medali untuk para atlet.
BACA JUGA: Upacara Penutupan Olimpiade Tokyo 2020 Dimeriahkan Pertunjukan Musik
Adapun atlet putri peraih medali adalah Molly Seidel dari Amerika Serikat (perunggu), Brigid Kosgei dari Kenya (perak), dan Peres Jepchirchir dari Kenya juga (emas).
Setelahnya, pengalungan untuk nomor putra dipimpin wakil Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Anita L. Defraince. Perunggu didapatkan Bashir Abdi (Belgia), perak dimiliki Abdi Nageeye (Belanda), dan emas diraih Eliud Kipchoge (Kenya).
Tak ketinggalan lagu kebangsaan Kenya sebagai peraih medali emas diputar setelah pengalungan medali itu. Hal ini menjadi perbedaan pula dibandingkan upacara penutupan pada olimpiade-olimpiade sebelumnya.
Setelah itu, ada penghargaan dari para atlet kepada para volunter yang turut menyukseskan ajang ini. Penghargaan itu diberikan oleh perwakilan atlet, yang merupakan anggota baru IOC, di antaranya perenang Italia Federica Pellegrini dan Yuki Ota asal Jepang dari olahraga anggar.
Sejauh ini, upacara penutupan berlangsung lancar. Semua elemen membaur menjadi satu di upacara penutupan Olimpiade Tokyo 2020.
(Andika Pratama)