“Terima kasih kepada Chen Long yang telah menjadi contoh dari kemenangan dan kekalahan. Sangat luar biasa bisa bermain di final Olimpiade bersamamu. Dan juga Selamat untuk Ginting yang meraih medali Perunggu,” pungkasnya.
“Saya sangat beruntung dikelilingi oleh orang terbaik di dunia yang selalu memberikan support kepada saya di kala suka maupun duka. Aku tidak akan berada di sini tanpa kalian,” pungkasnya.
Dengan hasil tersebut, Axelsen mengulang kesuksesan Denmark pada Olimpiade Atlanta 1996. Saat itu, Poul-Herick Hoyer Larsen menjadi tunggal putra Denmark yang meraih medali emas olimpiade.
Prestasi ini sekaligus membayar kegagalan Axelsen yang hanya meraih medali perunggu di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Tantangan selanjutnya bagi Axelsen adalah mempertahankan medali emas ini di Olimpiade Paris 2024.
(Andika Pratama)