TOKYO – Tim Basket Amerika Serikat (AS) harus mengawali Olimpiade Tokyo 2020 dengan buruk. Sebab, mereka tumbang dari Prancis.
Mendapati kondisi ini, pelatih Tim Basket AS, Gregg Popovich, mengaku kecewa mendapati kekalahan di laga pembuka Grup A tersebut. Sebab sebagai negara yang difavoritkan merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020, AS tentunya berharap bisa melangkah mulus.
AS sendiri tumbang dari Prancis kala berhadapan di Saitama Super Arena, Minggu 25 Juli 2021 malam WIB. Sebenarnya, tim asal Negeri Paman Sam itu sudah berusaha memainkan pertandingan dengan baik dan meraih poin tidak tertinggal jauh.
Namun, usaha mereka gagal berbuah manis. Tim basket AS tetap harus mengaku kekalahan dari Prancis dengan skor akhir 76-83.
BACA JUGA: Terhenti di 16 Besar Olimpiade Tokyo 2020, Peselancar Rio Waida Sebut Kondisi Laut Tak Mendukung
Padahal, deretan pemain bintang kelas atas NBA pun sudah memperkuat Tim Basket AS. Beberapa di antaranya ialah Kevin Durant (Brooklyn Nets), Damin Lilliard (Portland Trail Blazers), Zachary LaVine (Chicago Bulls), dan Jayson Tatum (Boston Celtics).
BACA JUGA: Cuaca Panas, Djokovic Tetap Mulus Lewati Rintangan Kedua di Olimpiade Tokyo 2020
Dengan sejumlah bintang tersebut, seharusnya AS mampu memenangkan pertandingan pembuka Olimpiade Tokyo 2020. Akan tetapi, hal tersebut ternyata bukan menjadi jaminan utama.
Popovich pun mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Bahkan, seorang jurnalis NBA, Ben Golliver, menuliskan cuitan di Twitter soal komentar Popovich di laga pembuka tim besutannya.
“Pelatih AS Gregg Popovich tentang kekalahan pembukaan Olimpiade Tokyo dari Prancis: Ketika Anda kalah dalam satu pertandingan, Anda tidak terkejut. Anda kecewa,” tulis cuitan @BenGolliver.
“Saya tidak mengerti kata 'terkejut.' Hal semacam itu merupakan sesuatu yang tidak menyenangkan tim Prancis, seolah-olah kita seharusnya mengalahkan mereka dengan 30. Padahal mereka (Prancis) tim yang hebat,” lanjutnya.
Kekalahan ini tentu sangat menyakitkan bagi Tim Basket AS. Selain mengalamai kekalahan pada laga pertama, AS harus merelakan rekor tak terkalahkan di Olimpiade sejak 2004. Pada saat itu, AS telah mencatatkan 25 kemenangan beruntun di pentas Olimpiade.
(Ramdani Bur)