TEXAS - Sprinter Amerika Serikat, Sha Carri Richardson dinyatakan positif menggunakan ganja. Akibatnya dia terancam tak bisa berlomba memenangkan gelar 100m Olimpiade Tokyo 2020 yang akan berlangsung 23 Juli-8 Agustus 2021 mendatang.
Mengutip Reuters, Sabtu (3/7/2021) menurut satu sumber yang mengetahui masalah ini, hasil tes positif terjadi dalam uji coba Olimpiade AS pada bulan lalu. Saat itu Richardson meraih medali emas dengan memenangi 100m dalam 10,86 detik.
Tes positif dalam uji coba tersebut berarti semua hasil yang diperoleh Richardson dari lomba tersebut akan dihapus sehingga membatalkan kemenangan dia dalam final 100m.
Baca juga: Pebulu Tangkis Gregoria Mariska Sempat Ragu Tampil di Olimpiade Tokyo 2020, Kenapa?
Sumber lainnya yang mengetahui masalah itu mengatakan bahwa Jenna Prandini yang finis keempat pada final itu, sudah didekati untuk berlari untuk AS dalam 100m di Tokyo.
Baca juga: KOI Harapkan Kehadiran Presiden Jokowi di Upacara Pelepasan Atlet ke Olimpiade Tokyo 2020
Kedua sumber minta tidak disebutkan namanya karena sensitifnya masalah tersebut.
Telepon dan surat elektronik kepada agen Richardson, Renaldo Nehemiah, Badan Anti Doping AS (USADA) dan U.S.A Track and Field (USATF) tidak dijawab.
Dalam cuitan samar sebelumnya pada hari yang sama, Richardson menulis: "Saya manusia".
Richardson dituntut untuk berlari 200m dalam Diamond League Stockholm di Swedia akhir pekan ini. Namun, ia tidak ada dalam daftar entri untuk lomba tersebut menurut laman resmi event itu.
Ganja dilarang oleh Badan Anti Doping Dunia (WADA) namun jika atlet bisa membuktikan bahwa konsumsi zat tersebut tidak terkait dengan kinerja olahraga maka skors tiga bulan alih-alih empat tahun yang biasanya dijatuhkan.
Jika seorang atlet bersedia menjalani program perawatan yang disetujui dalam kolaborasi dengan badan anti doping nasionalnya maka skorsing bisa dikurangi satu bulan.
Pelari asal Texas itu ingin menjadi putri Amerika pertama yang memenangi gelar 100m Olimpiade sejak Gail Devers pada 1996 setelah membukukan catatan waktu 10,72 detik pada April.
Richardson juga bisa mengajukan banding atas sanksi apapun kepada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), seperti halnya badan olahraga apapun yang merasa hukumannya terlalu ringan.
(Rachmat Fahzry)