Disindir karena Jadi Pay Rider, Rabat Dapat Pembelaan dari Zarco

Ezha Herdanu, Jurnalis
Kamis 24 Desember 2020 01:14 WIB
Esteve Rabat (Foto: motogp.com)
Share :

BOLOGNA – Pembalap Tim Pramac Ducati, Johann Zarco, memberikan pembelaannya kepada Esteve Rabat yang selama ini dituding tampil di kelas MotoGP karena rela menjadi pay rider. Pasalnya menurut pandangan Zarco, Rabat adalah pembalap kuat yang jarang dapat kesempatan unjuk gigi.

Sebagaimana diketahui, Rabat sendiri memang sangat akrab dengan status sebagai pay rider sepanjang kariernya. Ya, Rabat sendiri memang mengawali kariernya sebagai pembalap profesional dengan berstatus pay rider sejak tampil di kelas Moto3.

Akan tetapi usai menjalani kerja keras, Rabat akhirnya berhasil mengubah statusnya tersebut ketika membela Tim Pons Racing. Ya, bersama Tim Pons Racing, Rabat tidak lagi berstatus sebagai pay rider dan justru menerima gaji.

Kerja keras Rabat sendiri akhirnya semakin terlihat ketika dirinya berhasil menjuarai Moto2 2014 bersama Tim Marc VDS. Keberhasilan Rabat tersebut pun akhirnya membuat Tim Marc VDS Honda akhirnya membawanya untuk naik ke kelas MotoGP pada 2016.

Sayang perjalanan karier Rabat di MotoGP bersama Tim Marc VDS tidak terlalu mengesankan. Rabat sendiri akhirnya memutuskan untuk pindah ke Tim Reale Avintia pada MotoGP 2018 dan mendapatkan kontrak hingga 2021. Namun di Tim Reale Avintia, Rabat kembali berstatus sebagai pay rider.

Baca Juga: Intip Pose Veronika Thielova di Atas Moge Ducati, Gahar dan Seksi! 

Akan tetapi di MotoGP 2020, Tim Reale Avintia justru memutuskan untuk menyudahi kontrak Rabat dan memilih menggaet Luca Marini sebagai pembalap mereka di musim depan. Kondisi tersebut pun membuat Rabat mendapatkan cibiran dari banyak pihak.

Ya, Rabat dinilai selama ini masih bertahan berkarier di MotoGP karena rela menggeluarkan uang. Zarco yang mengetahui betul seperti apa kualitas yang dimiliki oleh Rabat pun akhirnya memberikan pembelaannya.

“Kenangan saya soal Tito adalah ia sangat kuat di Moto2, memenangkan gelar dunia. Kemudian, saya bertarung dengannya, saat ia berusaha meraih gelar kedua, namun justru saya yang dapat gelar pertama,” jelas Zarco, seperti disadur dari The Racer, Kamis (24/12/2020).

“Sayang, ia tak menemukan kesempatan beradaptasi dengan baik di MotoGP. Mungkin Tito memulai karier di MotoGP dengan motor yang tak terlalu kompetitif. Ia membela Honda, jadi ini tak membantunya memahami ia sejatinya tampil baik atau tidak,” lanjut pembalap asal Prancis itu.

“Saya merasa bahwa situasinya benar-benar sangat rumit bagi Tito. Tito jelas merupakan sosok yang mempunyai passion tinggi, sangat termotivasi. Ia merupakan pembalap yang paling sering berlatih di atas motor.”

“Akan tetapi di MotoGP ia tak bisa mengadaptasikan gaya balapnya dengan baik, karena ia harus mengendarai motor MotoGP lebih sering. Jika Anda tak adaptasi dengan cepat, maka Anda akan kesulitan. Saya rasa inilah situasi yang terjadi padanya selama bertahun-tahun,” tuntasnya.

(Ramdani Bur)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya