TOKYO – Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 menorehkan sebuah hasil buruk bagi Honda Racing Corporation (HRC). Hasil buruk itu membuat Kepala Divisi HRC MotoGP, Noriaki Abe, bertekad kembali ke jalur juara pada MotoGP 2021.
Seperti diketahui, HRC melalui Repsol Honda mendominasi gelaran balap MotoGP dalam satu dekade terakhir. Mereka mampu menorehkan tujuh gelar juara dunia di kategori pembalap sejak MotoGP 2010. Sayangnya, dominasi itu terhenti pada musim lalu.
Cederanya Marc Marquez dituding menjadi penyebab mundurnya prestasi HRC di kancah MotoGP. Dari awalnya rutin meraih kemenangan, Honda hanya mampu menorehkan catatan berupa dua podium dan satu pole position saja.
Baca juga: Pulang, Marc Marquez Langsung Disambut Anjing Peliharaannya di Rumah
Bagi pabrikan tersukses di balap motor seperti Honda, hasil tersebut jelas terasa mengecewakan. Karena itu, Noriaki Abe langsung menancapkan target tinggi, yaitu kembali bersaing di jalur juara pada MotoGP 2021.
“Hasil-hasil tahun ini di MotoGP sangat mengecewakan. Namun, tahun depan saya yakin kami akan kembali bersaing untuk gelar juara MotoGP lagi,” tegas Noriaki Abe, sebagaimana dilansir dari Tutto Motori Web, Selasa (15/12/2020).
Secercah harapan muncul dengan membaiknya Marc Marquez. Namun, The Baby Alien diprediksi masih akan absen pada beberapa seri perdana MotoGP 2021. Sebab, pembalap asal Spanyol itu hendak memulihkan diri 100% sebelum kembali mengaspal.
Buruknya hasil yang ditorehkan Honda tercermin dari klasemen akhir MotoGP 2020. Di kategori pembalap, posisi tertinggi diraih Takaaki Nakagami yang mengoleksi 116 angka. Itu pun, sang pembalap asal Jepang hanya duduk di peringkat 10.
Jika melongok pada klasemen konstruktor, hasil yang ditorehkan jauh lebih menyedihkan. Honda tercecer di peringkat lima dengan nilai 144. Pabrikan asal Jepang itu hanya unggul dari Aprilia dan kalah telak dibandingkan pesaingnya seperti Ducati dan Yamaha.
Yang lebih miris, Honda harus mengakui keunggulan Suzuki yang menjadi juara dunia kategori konstruktor. Padahal, pabrikan berkelir biru itu baru kembali ke MotoGP pada 2016. Mereka juga kalah telak dari pabrikan baru seperti KTM yang mulai turun di kelas premier pada 2017.
Wajar apabila kemudian HRC memancang target tinggi pada Kejuaraan Dunia MotoGP 2021. Hasil buruk yang ditorehkan pada Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 patut dijadikan pelajaran demi meraih yang terbaik.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)