BOLOGNA – Pembalap Reale Avintia, Johann Zarco, memberi tanda bahwa dirinya siap ditempatkan di tim mana pun oleh Ducati pada musim depan. Yang terpenting bagi Zarco adalah tetap membela tim asal Italia tersebut di MotoGP 2021.
Zarco tetap akan menjadi pembalap Ducati pada musim depan tetapi tidak tahu akan ditempatkan di tim mana. Beberapa media menyebut Zarco sebagai salah satu kandidat pengganti Andrea Dovizioso di tim pabrikan Ducati (Mission Winnow Ducati).
Media-media mengabarkan bahwa Zarco dan Francesco Bagnaia (Pramac Ducati) ada di dalam daftar pengganti Dovizioso. Zarco pun senang dengan kabar itu karena ia punya kesempatan untuk membuktikan kelayakannya membela tim pabrikan.
Zarco mau menunjukkan bahwa ia telah belajar dari kegagalannya di masa lalu. Zarco pernah membela tim pabrikan KTM Red Bull pada musim lalu tetapi kontraknya berakhir di tengah jalan.
BACA JUGA: Kirim Kode ke Ducati, Zarco Ingin Bela Tim Pabrikan Lagi
KTM memutus konrak pembalap asal Prancis itu karena Zarco gagal mengeluarkan potensi maksimal dari motor RC16. Zarco yang kontraknya diputus pada pertengahan musim pun bergabung ke LCR Honda sebagai pengganti Takaaki Nakagami yang cedera dalam tiga balapan terakhir musim lalu.
Setelah menuntaskan tugasnya di LCR, Zarco menerima pinangan Avintia dengan harapan bisa bergabung ke tim pabrikan Ducati pada musim berikutnya. Harapan Zarco hampir menjadi kenyataan karena tim pabrikan Ducati baru punya satu pembalap untuk musim depan, yakni Jack Miller yang direkrut dari tim satelit (Pramac Ducati).
“Tim Ducati kehilangan Dovizioso, dan mereka bisa menggantinya dengan Jack. Akan tetapi, jika mereka memiliki dua pembalap yang mampu memperebutkan podium, ini akan menjadi hal utama,” kata Zarco, menyadur dari Motorsport, Rabu (2/9/2020).
“Jelas impiannya adalah motor pabrikan tetapi bertahan dengan tim Ducati adalah hal utama, karena beberapa bulan sebelumnya kami hanya berpikir dengan tim Avintia. Itu (MotoGP 2020) akan menjadi tahun yang sangat rumit dan kami melihat bahwa dengan dukungan Ducati saya melakukan dengan baik,” tuturnya.
Ducati disinyalir tidak akan menunggu sampai MotoGP 2020 berakhir untuk mengumumkan pengganti Dovizioso. Siapa pun pengganti Dovizioso maka ia memiliki tanggung jawab besar untuk minimal menyamai prestasi Desmo Dovi –julukan Dovizioso– yang tiga musim beruntun menjadi runner-up kejuaraan.
Itu tidak mudah dilakukan karena ada Marc Marquez (Repsol Honda) yang mendominasi kejuaraan dalam tujuh musim terakhir. Zarco akan menghadapi tantangan besar jika Ducati memilihnya untuk menjadi rekan setim Miller pada musim depan.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)