LESMO – Pembalap Tim Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, adalah rider paling tinggi di MotoGP saat ini. Rossi tepatnya memiliki tinggi sepanjang 181 cm, sedangkan hampir kebanyakan pembalap MotoGP saat ini berpostur rata-rata 170-175 cm.
Berstatus sebagai pembalap tertinggi di ajang balap motor tersebut diakui Rossi tak memberikannya keuntungan apa pun. Malahan Rossi mengaku sedikit kesulitan mengendarai YZR-M1 miliknya karena postur tubuhnya tersebut.
Baca Juga: Rossi Ungkap Kemenangan yang Paling Berkesan dalam Karier Balapnya
Sebab menurut pemaparan Rossi, di dunia balap MotoGP pembalap yang berpostur pendek atau kecil justru lebih diuntungkan ketika balapan berlangsung. Hal itu dikarenakan dengan tubuh yang pendek itu, maka ketika bermanuver mereka akan jauh lebih lincah dan cepat.
Alasan tersebutlah yang menjadikan alasan mengapa banyak pembalap MotoGP yang berpostur pendek. Selain tinggi badan, berat badan juga diakui Rossi cukup berpengaruh.
Karena jika berat badannya terlalu berat, maka pembalap tersebut akan kesulitan saat mengendarai motornya dan untuk bermanuver dengan lincah. Alasan itu juga menyebabkan Rossi kerap kali menjaga berat badannya agar tak membuatnya kesulitan saat balapan berlangsung.
“Jika Anda memiliki postur tubuh yang tinggi, maka hal tersebut sangat baik ketika Anda sebagai atlet basket. Namun, andai Anda seorang pembalap, maka itu justru menjadi sebuah masalah yang besar,” terang Rossi, mengutip dari Crash, Kamis (4/6/2020).
“Tubuh saya cukup tinggi, namun saya beruntung karena badan saya kurus. Karena hal itu saya selalu berusaha untuk menjaga berat bada saya. Karena jika berat badan seorang pembalap bertambah 5 kg, maka posisi ketika balapan bisa jatuh hingga 10 peringkat ke belakang. Itu adalah hal yang serius dan bukanlah lelucon,” pungkasnya.
(Ramdani Bur)