ATHENA – Penyelenggaraan upacara penyalaan api obor Olimpiade Tokyo 2020 di Olympia, Yunani akan diadakan tanpa penonton. Hal ini imbas dari penyebaran virus korona yang terus merebak luas di negara Yunani.
Berdasarkan laporan Daily Mail, Selasa (10/3/2020), Komite Olimpiade Yunani telah mengecilkan skala acara upacara penyalaan obor yang akan digelar pada 12 Maret 2020. Bahkan acara itu akan digelar tanpa penonton karena kekhawatiran terhadap virus korona di wilayah tersebut.
Namun begitu, sebuah sumber yang dilansir dari Reuters mengatakan hanya akan ada beberapa orang yang diizinkan masuk ke Stadion Kuno di Olympia. Mereka mengatakan akan ada sekira 150 pejabat Olimpiade Tokyo yang diizinkan untuk masuk ke dalam stadion.
Baca juga Bos Olimpiade Tokyo 2020 Tak Ingin Penyelenggaraan Dibatalkan
Sementara, sebelum keputusan itu dibuat, walikota Olympia, Giorgos Georgiopoulos telah meminta kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC) agar upacara itu digelar pada Mei. Sebab ia sedikit menyayangkan jika upacara penyalaan obor hanya dihadiri sedikit penonton.
“Bahaya menyalakan api obor dengan segilintir penonton, jumlah pejabat dan delegasi yang terbatas, serta di bawah rasa takut dan khawatir, akan merusak kebesaran dan prestise acara ini,” ungkap Georgiopoulos, mengutip dari Daily Mail, Selasa (10/3/2020).
“Dengan rasa tanggung jawab, otoritas kota, semua pihak dari dewan kota Olympia Kuno, meminta IOC yang memiliki tanggung jawab eksklusif mengorganisirnya untuk mempertimbangkan kemungkinan memindahkan upacara penyalaan obor hingga Mei tahun ini,” lanjutnya.
Akan tetapi, penyalaan obor Olimpiade akan tetap digelar dengan skala yang lebih kecil dan sesuai jadwal. Tujuh hari setelah upacara penyalaan obor tersebut, akan ada upacara penyerah resmi di Yunani pada 19 Maret 2020.
(Ramdani Bur)