KAZAN – Tunggal putra Indonesia, Yonathan Ramlie, harus rela mengakhiri perjalanannya di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2019. Sebab Yonathan gagal mengalahkan perwakilan Thailand, Kunlavut Vitidsarn, di semifinal tunggal putra kompetisi tersebut pada Sabtu 12 Oktober 2019.
Yonathan tepatnya kalah dua game langsung dari Kunlavut dengan skor 11-21 dan 10-21. Perwakilan Tanah Air tersebut tampaknya masih terlalu sulit untuk bisa mengalahkan unggulan pertama di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2019 itu.
Kendati begitu, Yonathan mengaku puas dengan pencapaiannya yang berhasil menapaki semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2019. Ia merasa siapa yang mengira seorang Yonathan yang hanya berstatus unggulan ke-13 di kompetisi tersebut, ternyata justru menjadi orang yang berhasil sampai ke babak empat besar.
Baca Juga: Hasil Wakil Indonesia di Semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2019
Jadi, Yonathan tetap senang meski sudah gugur dan gagal mencapai final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2019. Hanya satu hal yang disesali oleh Yonathan, yakni penampilannya saat melawan Kunlavut.
“Sudah cukup puas dengan pencapaian di AJC (Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2019), lawan saya hari ini (Kunlavut) memang sangat berpengalaman dan banyak jam terbang. Tapi saya tidak puas dengan permainan saya hari ini," ungkap Yonathan, mengutip dari laman resmi PBSI, Minggu (13/10/2019).
Yonathan kesal dengan permainannya saat melawan Kunlavut karena sedari awal pertandingan ia sudah menerapkan gaya bermain yang salah. Karena salah menerapkan pola permainan itulah Yonathan pun gagal memaksimalkan kesempatan bermain di semifinalnya itu.
“Waktu awal masuk lapangan, sudah mikirnya mau main pola ini, tapi ternyatae nggak cocok di saya. Jadi dari awalnya udah salah rancangan pola main. Tidak ada masalah stamina karena kemarin main rubber game,” tambahnya.
Meski sudah dipastikan gugur, namun Yonathan tetap memiliki tekad yang kuat untuk dapat mengalahkan Kunlavut di pertemuan mereka selanjutnya. Ia berjanji akan menemukan pola permainan yang tepat agar bisa mengalahkan tunggal putra asal Thailand tersebut.
“Saya sudah pernah ketemu dia dan belum pernah menang. Kalau ketemu lagi nanti saya harus coba pola main yang sesuai dan memberikan bola ke arah yang menyulitkan buat dia,” tutupnya.
(Rivan Nasri Rachman)