“Ini juga merupakan salah satu ajang pemanasan jelang Pra-Kualifikasi PON yang akan digelar pada 19 November di Bandung. Jadi, atlet-atlet yang tadi paling tidak sampai ke final, itu merupakan atlet-atlet yang akan nanti bertanding kembali di Pra-PON yang akan datang,” lanjutnya.
“Jadi harapannya, ini merupakan suatu koreksi atau evaluasi untuk pengurus-pengurus provinsi, di mana nanti Pra-PON hanya sebatas ranking lima yang akan diberangkatkan ke Papua. Papua pun memiliki alam yang cukup menantang untuk para petarung, jadi itu merupakan suatu tantangan,” tukas Badai.
(Djanti Virantika)