“Untuk sekarang ini di Pomprov kita juga ingin melihat potensi-potensi dari atletnya, siapa saja yang berpotensi untuk Pomnas tahun depan, dari sini kita nanti ada yang masuk final dan juara, itu akan jadi acuan untuk mereka dapat pembinaan juga,” ungkap Christo di Jakarta.
“Harapan nanti di Pomnas kita turunkan semua kelas, untuk seni gerak semua (yang tidak dipertandingkan di Pomprov) kita bisa ikuti semua kategori. Harapannya dapat medali. Kalau kemarin (Pomnas 2017 di Makassar) kita dapat perunggu, minimal perak lah. Kalau bisa ya emas,” tambahnya.
Sementara itu, Sang Guru Muda Tarung Derajat, Badai M Dradjat, juga mengatakan hal yang senada. Ia juga menekankan bahwa para pemenang di Pomprov DKI ini tidak mutlak akan mengikuti Pomnas cabor tarung derajat mewakili tim Ibukota . Pihaknya akan melakukan seleksi kembali untuk mencari komposisi tim terbaik di ajang dua tahun sekali itu.
“Ini kan merupakan salah satu upaya pembinaan dan ini diseleksi. Biasanya kita ambil kan juara satu dua tiga. Tapi dalam hal ini untuk lebih si peserta memancing sifat kompetisi saja, bukan berarti peringkat satu dua dan tiga itu akan lolos dalam ajang Pomnas, karena ini kan membawa nama gengsi DKI sebagai tuan rumah. Jadi tetap kami akan membuat seleksi sendiri,” tukas Badai.
(Bagas Abdiel)