Memasuki game kedua, pertandingan menjadi lebih seimbang. Dalam game ini, tak tercipta selisih poin yang cukup besar seperti yang terjadi pada game pertama. Pertarungan dapat dikatakan berjalan cukup stabil. Pada awalnya, Berry/Hardianto masih bisa mengimbangi laju Chen/Wang saat skor menjadi 4-4.
Kendati begitu, saat Chen/Wang mampu memetik poin kelima, maka hingga game kedua usai pasangan Indonesia tak mampu mengejar perolehan poin lawannya itu. Berawal dari ketertinggalan tipis 4-5, Berry/Hardianto selalu menjadi yang tertinggal 7-8, 8-11, 9-14, 13-15, 16-18, dan berakhir 17-21.
Dengan hasil yang didapat oleh Berry/Hardianto itu, dapat dipastikan bahwa Indonesia tak memperoleh satu pun gelar juara dalam turnamen kali ini. Sebelumnya, di laga final tunggal putra, wakil Indonesia, Jonatan Christie, dikandaskan oleh jagoan China, Lin Dan. Sama halnya dengan Berry/Hardianto, Jonatan juga kalah melalui pertarungan dua game langsung, yakni dengan skor 14-21 dan 19-21.
Meski kalah, namun para wakil Indonesia itu tetap patut mendapat apresiasi. Pasalnya, baik Jonatan dan Berry/Hardianto telah menampilkan perjuangan dan semangat pantang menyerah demi memberikan yang terbaik bagi Indonesia.
(Fetra Hariandja)