LESMO – Maverick Vinales memulai musim perdananya bersama Tim Movistar Yamaha di MotoGP 2017. Rider berkebangsaan Spanyol itu meraih hasil gemilang dengan menempati peringkat tiga di klasemen akhir dengan raihan 230 poin.
Vinales tampil gemilang di awal MotoGP 2017 dengan meraih podium utama di Grand Prix (GP) Qatar dan Argentina. Ia kembali tampil tercepat di GP Prancis. Ia pun telah tujuh kali naik podium dari total 18 seri balapan semusim.
Baca juga: Rossi Akui Kecewa Tinggalkan Yamaha untuk Gabung Ducati
Vinales keluar sebagai runner-up di GP Italia dan Inggris. Kemudian, ia berhasil finis ketiga di GP Republik Ceko dan Australia. Sisanya, pembalap berjuluk Top Gun itu finis di papan tengah. Ia pun juga sempat dua kali gagal mendulang poin di Amerika Serikat dan Belanda.
Terkait alasan kepindahannya ke Yamaha dari Suzuki, Vinales mengatakan dirinya ingin meraih kemenangan sebanyak mungkin. Terlebih, ia mengaku senang bisa mendapatkan rekan satu tim yang sarat pengalaman dengan sembilan gelar juara dunia (semua kelas), yakni Valentino Rossi.
“Saya senang bisa gabung Yamaha karena Valentino (Rossi) merupakan idola masa kecil saya. Namun, baik Valentino, Jorge (Lorenzo), atau siapapun, saya akan membuat keputusan yang sama,” ungkap Vinales, mengutip dari Motorsport, Selasa (2/1/2018).
“Pada akhirnya, ketika Anda gabuung tim baru, Anda akan punya kru sendiri, Anda bekerja dan coba memenangkan balapan. Meski rekan setim anda adalah legenda, itu tak mengubah apapun,” sambungnya.
Baca juga: Vinales Akui Senang Jadi Rekan Setim Valentino Rossi
Lebih lanjut, Vinales mengungkapkan dirinya banyak belajar dari Rossi. Pembalap berusia 22 tahun itu ingin meniru hal-hal positif yang ada dari sosok The Doctor -julukan Rossi- untuk kariernya di masa depan.
“Apa yang bagus dari keberadaan Rossi adalah saya bisa belajar banyak darinya. Dia sudah berusia 38 tahun dan masih bisa memenangkan balapan, itu berarti ada sesuatu yang bekerja pada dirinya sehingga dia bisa terus sukses,” pungkasnya.
(Fetra Hariandja)