BANDUNG – Legenda bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata, prihatin melihat tak ada peningkatan yang signifikan pada kemampuan atlet bulutangkis tunggal maupun ganda putri Indonesia. Hasil teraktual dari kemampuan pemain putri Indonesia ialah, mereka kalah di babak perempatfinal melawan China di kualifikasi Uber 2016.
Mantan juara All England 1989-1990 tersebut berbicara saat hadir dalam konferensi pers Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016, di Café Ngopi Doeloe, Bandung, Kamis (25/2/2016).
“Sebaiknya harus ada sosok pemimpin baik itu ganda putri atau tunggal bahkan campuran. Selama ini mereka belum mempunyai sosok panutan, hingga mereka tak memiliki motivasi dalam bermain,” ujar Christian kepada Okezone, Kamis (25/2/2016).
Kebalikan dari bulutangkis putri Indonesia, Christian menyebutkan prestasi pebulutangkis putra Indonesia sangat menjanjikan. Terbukti, saat menjuarai babak kualifikasi Piala Thomas 2016. Ia sangat optimistis apabila tahun ini atau dua tahun ke depan, Jonathan Christie, Anthony Ginting dan kawan-kawan bisa keluar sebagai juara.
“Single putra sangat bagus, baik itu Jonathan, Ichsan dan Ginting. Mereka mampu bersaing untuk menjadi juara,” pungkasnya.
(Fajar Anugrah Putra)