MELBOURNE – Ekspresi senang dan bangga terpancar di wajah petenis asal Serbia, Novak Djokovic. Pria berusia 28 tahun tersebut sukses mengamankan gelar keenamnya di ajang Grand Slam Australian Open 2016 setelah menumbangkan Andy Murray 6-1, 7-5, 7-6.
Satu hal yang dilakukan oleh petenis unggulan nomor satu tersebut untuk merayakan kemenangan adalah mencium lapangan seusai bermain. Menurutnya, ia melakukan hal itu karena dirinya memiliki “hubungan” spesial dengan Rod Laver Arena.
“Hal itulah mengapa saya mencium lapangan, karena saya mempunyai hubungan cinta kepada Rod Laver Arena,” ujar Djokernole, seperti dikutip dari Twitter Australian Open @AustralianOpen, Senin (1/2/2016).
Jika melihat raihannya di Rod Laver Arena, tak mengherankan Djokovic berkata demikian. Tercatat ia sukses menggenggam juara di ajang tersebut pada 2008, 2011, 2012, 2013, 2015, dan 2016. Gelarnya tahun ini juga membuat petenis peringkat satu dunia total mengoleksi 11 gelar Grand Slam.
Penapaian tersebut membuatnya kini sejajar dengan dua petenis legendaris yakni Bjon Borg dan Rod Laver. Sementara enam gelar Australian Opennya menyamai rekor petenis legendaris asal Australia, Roy Emerson.