SOCHI – Pembalap Tim Mercedes, Lewis Hamilton, melakukan hal berani setelah berhasil memenangi Formula One (F1) Grand Prix Rusia yang berlangsung di Sirkuit Sochi, Minggu 11 Oktober WIB. The Boss menyemprotkan sebotol sampanye kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, setelah orang nomor satu di Negeri Beruang Merah tersebut memberi trofi kemenangan kepadanya.
Sebenarnya tradisi menyemprotkan sampanye merupakan hal lumrah di ajang lomba balap mobil paling prestisius tersebut. Namun, perlakuan yang dibuat juara dua kali F1 itu dinilai tak etis karena dilakukan kepada kepala negara.
Sejatinya ini bukan kali pertama Hamilton mendapat kecaman setelah melakukan penyemprotan sampanye. Saat memenangi race ketiga F1 2015 di Sirkuit Shanghai Internasional, Hamilton dikritik karena menyemprot sampanye ke wajah wanita yang memberikan trofi kepada pembalap asal Inggris.
Saat itu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di China memprotes tindakan Hamilton karena dianggap kasar dan tidak sopan kepada wanita. Namun terlepas dari tindakan tersebut, pembalap berusia 30 tahun itu selangkah lagi bakal mengamankan gelar juara F1.
Dengan masih ada empat race tersisa, Hamilton saat ini kukuh di puncak klasemen dengan raihan 302 poin. Ia unggul 66 angka dari posisi kedua yang ditempati pembalap Tim Ferrari, Sebastian Vettel.
(Fajar Anugrah Putra)