Selain itu, Asep juga mengatakan kalau olahraga ini mengalami penurunan minat di kalangan pelajar, karena pencak silat hanya dimasukkan dalam ekstarkurikuler, bukan dalam muatan lokal di sekolah dari SD sampai SMA.
“Saat ini, silat hanya ada di ekstrakurikuler, itu juga tergantung sekolahnya. Silat harus diselamatkan melalui pendidikan formal SD sampai SMA,” sambungnya.
Saat ini, pencak silat terbagi dua, yakni silat sebagai seni tradisi dan silat sebagian dari olahraga. Silat seni tradisi hampir punah di beberapa daerah di Indonesia dan perkembangannya sangat jauh dibandingkan pencak silat sebagai bagian dari olahraga.
“Silat tradisi hampir punah di beberapa daerah, karena tidak adanya dukungan dari pihak pihak tertentu. Sedangkan silat olahraga diiming-imingi dengan bonus bagi yang berprestasi, menjadikan silat olahraga lebih dipilih," tutupnya.
Pencak silat mulai dipertandingkan di ajang SEA Games 1987 di Jakarta. Hingga kini ,cabang olahraga yang identik dengan kebudayaan Melayu itu selalu dipertandingkan di turnamen dua tahunan tersebut. Pada Asian Games 2018 yang diadakan di Jakarta, olahraga yang terkadang menggunakan senjata dalam penampilan atletnya akan dipertandingkan pada turnamen olahraga antarnegara asia tersebut.
(Fajar Anugrah Putra)