Korea Usahakan Kontrak Baru Dengan F1

Muhammad Indra Nugraha, Jurnalis
Selasa 18 Oktober 2011 20:02 WIB
Suasana balapan F1 GP Korea, pekan lalu (Foto: Getty Images)
Share :

SEOUL – Penyelenggara Formula One (F1) GP Korea, mulai meminta bantuan dari Bernie Ecclestone, untuk memungkinkan mereka menegosisasikan ulang syarat-syarat perpanjangan kontrak.

Di tengan tanda tanya tentang masa depan GP Korea, promotor lomba, Won-Hwa Park, telah mengakui bahwa mereka menghadapi kesulitan keuangan, karena biaya menjadi tuan rumah yang cukup besar dari telah disepakati sebelumnya.

Dengan perintah baru dari pemerintahan Provinsi Jeolla Selatan untuk mencoba dan mengurangi biaya penyelenggaraan, Park telah mengatakan bahwa faktor kunci kedepan akan mencoba untuk menurunkan pengeluaran tersebut, yang meliputi biaya penyelenggaraan balapan.

Seperti yang diberitakan Autosport, Selasa (18/10/2011), media-media lokal di Korea mengklaim biaya untuk acara balapapan tahun ini menghabiskan dana 52 juta pounds, yang termasuk 35 juta pounds hak siar TV. Kesepakatan saat ini dengan Manajemen Formula 1 yang berjalan hingga 2016, termasuk 10 persen untuk hak siar selama durasi tersebut.

Dengan pendapatan dari tiket sekira 16 juta pounds, venue yang digunakan tidak mendapat dukungan finansial dari pemerintah. Rumor pun menyebut GP Korea akan mundur dari ajang jet darat super cepat mulai tahun depan.

Namun, Park bertekad untuk melakukan apa yang dia bisa untuk menjaga balapan tetap berlangsung. "Kami berusaha keras, tetapi kita perlu kerjasama dari Mr Bernie Ecclestone Kami tentu ingin melanjutkan acara ini karena merupakan peristiwa besar. Meskipun kita memiliki kerugian,” jelas Park kepada.

"Kami ingin memberikan momentum di negara ini dengan mengadakan acara ini untuk membantu meningkatkan perekonomian dan citra, dan untuk mengubah latar belakang pertanian kami di wilayah ini,’ tambahnya.

Ketika ditanya soal fokusnya dalam upaya mempertahankan kelangsungan GP Korea sejak dia mengambilalih dari penyelenggara sebelumnya, Park hanya menjawab singkat  "Terlalu dini bagi saya untuk mengatakan pada saat ini."

"Pada saat yang sama, saya harus meningkatkan kesadaran motor sport sehingga orang dan warga negara memahami apa yang kita lakukan. Ini akan menjadi cara tidak langsung untuk meyakinkan pemerintah nasional. Balap motor tidak begitu terkenal di sini, tidak seperti negar-negara maju lainnya,” tandasnya.

(Achmad Firdaus)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya