MANILA - Tantangan Floyd Mayweather Jr terhadap Manny Pacquiao untuk bertarung pada 5 Mei nanti, bertepuk sebelah tangan. Promotor Pacquiao, Bob Arum menggelengkan kepala mendengar tanggal yang disodorkan itu.
Bob yang kini mengunjungi Pacquiao di Filipina untuk membicarakan siapa lawan yang akan dihadapi Pac Man berikutnya, menegaskan tanggal 5 Mei itu mustahil.
Mayweather sebelumnya menantang secara terbuka petinju Filipina itu, melalui akun Twitter-nya. Dengan gaya meledek, Mayweather bahkan menyebut Pacquiao dengan sebutan “Punk”. “Step Up Punk,” tantangnya.
Pemegang sabuk Welterweight Champion versi WBC ini sebelumnya memang dihadapkan dengan masalah hukum karena kekerasan domestik yang dilakukannya. Dengan vonis bersalah yang dijatuhkan pengadilan, Mayweather sebenarnya tidak bisa melakoni laga pada Mei, namun belakangan hukuman 90 hari penjara itu ditunda hingga Juni.
Arum sendiri beralasan, menolak 5 Mei sebagai tanggal pertarungan karena dia bisa memperoleh masukan USD40 juta lebih jika duel digelar pada 9 Juni karena penonton yang memadati MGM bisa dibuat dua kali lipat lebih banyak.
“Saya tidak ingin membuang USD40 juta. 9 Juni itu tanggal sempurna untuk pertarungan, dan 5 Mei itu tidak, itu mustahil,” katanya. Untuk memuluskan rencana itu, Arum bahkan sesumbar berani membayar pengacara Mayweather agar hukumannya bisa ditangguhkan lagi setelah duel dengan Pacquiao 9 Juni.
Pacman yang kini memegang sabuk juara Welterweight Champion versi WBO sebenarnya juga dihadapkan pilihan tanding dengan Juan Manuel Marquez, Miguel Cotto, Tim Bradley dan Lamont Peterson.
(
fit)