"Balapan di Sirkuit Mandalika menyoroti dua aspek penting dalam pengembangan seorang pembalap debutan. Dari sisi positif, kemampuan Danish untuk berjuang dari posisi ke-26 hingga menembus 10 besar menunjukkan bahwa ia memiliki kecepatan untuk bersaing dengan kelompok terdepan jika memulai balapan dari barisan depan,” tutur Zulfahmi, dikutip dari New Straits Times, Rabu (21/10/2026).
Eks pembalap yang membina Danish sejak 2020 melalui skuad ZK Racing ini mengakui adanya penurunan grafik penampilan dari sang pembalap muda. Padahal, Danish sempat tampil mengesankan di awal musim dengan mengamankan podium ketiga di GP Mugello serta mengunci kemenangan perdana kariernya di GP Brno pada Juni lalu.
"Akan tetapi, dalam hal kematangan taktis dan pengelolaan emosi, saya akui masih ada tantangan, terutama terkait ketidakkonsistenan performa sejak pertengahan musim. Ekspektasi tinggi menyusul hasil-hasil gemilang di awal musim juga memberikan tekanan psikologis tambahan baginya,” sambung Zulfahmi.
"Dalam ajang balap motor kelas dunia, selisih sepersepuluh detik saja dalam sebuah balapan bisa menjadi penentu. Ini memerlukan ketahanan mental tingkat tinggi,” tutupnya.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.