"Shuttlecock sangat kencang lajunya, jadi kami tidak mau bermain bertahan, kami dari awal selalu menekan, selalu bermain menyerang, jadi lawan juga tidak bisa berkembang," tambah Fajar.
Sementara itu, Fikri menekankan pentingnya menjaga pola pikir positif dalam setiap pertandingan. Menurutnya, menganggap setiap laga sebagai tantangan baru yang dimulai dari nol merupakan hal krusial agar tidak cepat merasa puas atas pencapaian yang ada.
Kekecewaan masa lalu pada partai final edisi sebelumnya serta hasil kurang memuaskan di Asian Games 2026 menjadi bahan bakar utama bagi Fikri untuk tampil habis-habisan dan berteriak meluapkan emosi di lapangan.
"Makanya tadi saya coba teriak-teriak untuk menebus rasa sedih tahun lalu yang sebetulnya bisa juara. Dan saya ingin memperbaikinya, termasuk juga kekalahan di Asian Games kemarin," tutup Fikri.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.