Share

Gabung Grup Neraka di BWF World Tour Finals 2022, Gregoria Mariska Malah Dianggap Beruntung

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Rabu 07 Desember 2022 03:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 40 2721947 gabung-grup-neraka-di-bwf-world-tour-finals-2022-gregoria-mariska-malah-dianggap-beruntung-Ql70oe48rI.jpg Gregoria Mariska Tunjung kala berlaga. (Foto: Humas PBSI)

BANGKOK – Pelatih tunggal putri Indonesia, Herli Djaenudin, mengomentari hasil undian yang didapat Gregoria Mariska Tunjung di BWF World Tour Finals 2022. Masuk grup neraka, Gregoria malah dianggap beruntung.

Ya, Jorji -sapaan Gregoria- tergabung di Grup B pada fase grup BWF World Tour Finals 2022. Hal itu diketahui berdasarkan hasil undian yang dilakukan di Bangkok, Thailand, pada Senin 5 Desember 2022.

Gregoria Mariska Tunjung

Sialnya, pebulu tangkis ranking 18 dunia itu berada satu grup dengan tiga pemain yang duduk di posisi empat teratas ranking dunia. Yang pertama, ada pemain nomor satu dunia asal Jepang, Akane Yamaguchi.

Kemudian, ada pemain ranking dua dunia dari Korea Selatan, An Se Young. Gregoria juga akan berhadapan dengan Chen Yu Fei, yang merupakan pemain peringkat empat dunia.

BACA JUGA: BWF World Tour Finals 2022: Lawan Merata, Fajar Alfian/Rian Ardianto dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan Diminta Ekstra Waspada

Dari segi rekor pertemuan, Gregoria juga berada di bawah bayang-bayang ketiga lawannya tersebut. Dia kalah 3-9 dari Yamaguchi, 0-3 dari An Se Young dan 1-4 dari Chen Yu Fei.

Akan tetapi, Herli menilai situasi anak asuhnya yang berada di grup neraka justru menjadi sebuah keuntungan. Pasalnya, hal itu malah membuat beban berada di kubu rival-rivalnya sehingga Gregoria seharusnya bisa bermain lepas tanpa terbebani ekspektasi untuk menang.

BACA JUGA: Gabung Grup A, Menilik Peluang Rinov Rivaldy/Pitha Mentari Lolos Semifinal BWF World Tour Finals 2022

"Bagi saya, tidak masalah Grego mau bertemu siapa pun karena terus terang bebannya ada di mereka, bukan di Grego,” kata Herli, dikutip dari rilis PBSI, Rabu (7/12/2022).

β€œGrego datang dengan nothing to lose, harusnya ini menjadi keuntungan dia untuk bisa bermain lepas, habis-habisan dan tidak menutup kemungkinan mampu membuat kejutan," sambungnya.

"Saya berharap grafik penampilan dia yang sedang meningkat bisa dijaga di turnamen penutup ini," jelas Herli.

Follow Berita Okezone di Google News

Kendati berada di grup neraka, pemain berusia 23 tahun itu memang masih punya harapan untuk membuat kejutan. Pasalnya, performanya dalam dua turnamen terakhir meningkat cukup signifikan dengan hasil runner up yang dibawanya dari Australia Open 2022 dan juga menjadi semifinalis Hylo Open 2022.

Selain itu, pemain kelahiran Wonogiri itu juga punya modal mengalahkan Yamaguchi dua kali pada tahun ini. Alhasil, bukan tidak mungkin dia bisa lolos dari grup neraka itu dan melenggang ke semifinal.

Gregoria Mariska Tunjung

Lebih lanjut, Herli menuturkan bahwa apa yang Gregoria dapatkan di akhir tahun ini karena mental dan kepercayaan dirinya sudah kembali. Faktor komunikasi mengambil peranan penting dalam hal ini.

"Terutama komunikasi saya dengan Grego juga dengan Kak Rionny (Mainaky), bagaimana kami terus memotivasi dia, mengingatkan dia bahwa apa yang dia dapat di akhir tahun ini karena mentalitas dia yang semakin percaya diri dan latihan yang tambah semangat," jelas Herli.

Sebagai informasi, Grup B World Tour Finals 2022 diisi oleh Tai Tzu Ying (Taiwan), He Bing Jiao (China), Ratchanok Intanon (Thailand), dan Busanan Ongbamrungphan (Thailand). Turnamen penutup tahun tersebut akan mulai digelar pada Rabu 7 Desember 2022 di Nimibutr Arena, Bangkok, Thailand.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini