Share

Malaysia Masters 2022: Kalah dari Fajar/Rian di Final, Ahsan/Hendra Tetap Bersyukur

Fitradian Dimas Kurniawan, Jurnalis · Senin 11 Juli 2022 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 10 40 2627146 malaysia-masters-2022-kalah-dari-fajar-rian-di-final-ahsan-hendra-tetap-bersyukur-UMoMaTdcgU.jpg Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan jadi runner-up Malaysia Masters 2022 (Foto: Twitter/@INABadminton)

KUALA LUMPUR – Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, gagal menjuarai Malaysia Masters 2022. Mereka kalah dari sang junior, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, di partai puncak.

Meski kalah, Ahsan tetap bersyukur dengan posisi runner-up yang diraihnya dan Hendra. Bagaimanapun, hasil ini cukup bagus untuk ganda putra veteran itu.

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Foto: Twitter/@INABadminton)

Berlaga di Axiata Arena, Minggu 10 Juli 2022, sore WIB The Daddies –julukan Ahsan/Hendra– bertarung dengan cukup sengit melawan Fajar/Ria, terutama pada game kedua. Akan tetapi, mereka kalah dalam dengan skor 12-21 dan 21-19.

Sebagai atlet, Ahsan kecewa dengan hasil ini. Akan tetapi, dia tetap bersyukur karena bisa bermain di final. Dia pun mengucapkan selamat kepada Fajar/Rian atas keberhasilan arai Malaysia Masters 2022.

“Alhamdulillah, tetap bersyukur sudah bisa melewati partai final ini walau dengan kekalahan. Selamat juga untuk Fajar/Rian,” kata Ahsan dalam rilis resmi PBSI, Senin (11/7/2022).

Sejak awal game pertama, The Daddies terus ditekan oleh sang junior. Kemudian di game kedua, Ahsan/Hendra punya peluang untuk memaksa pertandingan berlanjut ke rubber game.

Sayang, mereka akhirnya kalah di game kedua. Mereka kalah setelah servis Fajar dinyatakan masuk usai melakukan challange.

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Foto: Humas PP PBSI)

Ahsan pun mengakui, dirinya dan Hendra sulit keluar dari tekanan pada gim pertama dan membuat terlalu banyak kesalahan pada poin-poin kritis game kedua. Hal tersebut membuat mereka harus mengakui kehebatan Fajar/Rian.

“Di game pertama kita kalah angin lumayan kencang jadi tertekan terus. Sulit untuk keluar dari tekanan tersebut. Di game kedua kita mulai bisa menekan tapi di poin-poin akhir banyak melakukan kesalahan sendiri,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini