JAYAPURA – Juru bicara Satgas Covid-19 Papua, Silawanus Sumule mengakui bahwa pada saat pembukaan acara Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, pihaknya telah mengendurkan protokol kesehatan. Hal tersebut lantaran, atmosfer masyarakat Papua yang begitu luar biasa terhadap perhelatan PON.
“Memang kami akui, pada saat pembukaan itu (PON), prokesnya itu agak longgar. Kami betul-betul menyadari oleh karena euphoria dari masyarakat yang berlebihan,”kata Silawanus dalam Youtube BNPB Indonesia, Jumat (8/10/2021).
Baca juga: Raih Total Angkatan 215 Kg, Lifter Jawa Tengah Ini Raih Medali Emas dan Pecahkan Rekor PON
“Masyarakat kami betul-betul sudah lama menantikan ada satu pagelaran dan memang kami harus mengakui ada longgar,” lanjutnya.

Meskipun mengaku kecolongan, pihaknya terus berusaha untuk berkolaborasi dan menjaga protokol kesehatan dengan sangat ketat. Silawanus memastikan bahwa atlet yang terkena Covid-19 akan mendapatkan pelayanan terbaik.
“Bagi atlet yang terkena Covid-19, Satgas, pemerintah Papua, PB PON memastikan bahwa mereka akan mendapatkan pelayanan yang terbaik dan kami pastikan semuanya akan berjlaan dengan baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Siwlwanus menambahkan bahwa pihaknya terus memantau dan mengantisipasi dengan munculnya varian baru Covid-19. Sehingga para atlet yang mengikuti PON tidak membawa pulang virus tersebut.

“Melakukan Survei akan terus dilakukan, dipantau terus menerus. Kita tidak boleh kendur dalam melakukan survey. Kita tetap meningkatkan kecepatan untuk tetap melakukan prokes dan kemudian kolaborasi dan koordinasi harus terus kita lakukan."
"Saya pikir kalau ini dilakukan dengan baik, maka tidak akan banyak hal-hal yang mengganggu kita semuanya,”pungkasnya.
(Rachmat Fahzry)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.