Raih Medali Emas di Cabor Binaraga PON XX Papua 2021, Oto Gideon: Itu Semua berkat Ulat Sagu

Antara, Jurnalis · Kamis 07 Oktober 2021 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 07 43 2482696 raih-medali-emas-di-cabor-binaraga-pon-xx-papua-2021-oto-gideon-itu-semua-berkat-ulat-sagu-okOpnR9NEb.jpg Atlet binaraga asal Papua, Oto Gideon Wantik. (Foto: ANTARA)

JAYAPURA – Atlet binaraga asal Papua, Oto Gideon Wantik, menyebut mengonsumsi ulat sagu menjadi alasan utama mengapa dirinya sukses meraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Ia berkata seperti karena dari memakan ulat sagu, tubuhnya memiliki kadar protein yang tinggi sehingga badannya pun sehat dan tentunya jadi lebih mudah untuk dibentuk.

Bagi Oto Gidon, ulat sagu menjadi alternatif asupan protein hewani yang efektif untuk menambah masa otot. Ia beruntung di Papua ada ulat sagu yang membuatnya lebih mudah untuk menjadi seorang atlet binaraga.

"Ulat sagu proteinnya bagus. Papua kaya dengan protein yang begitu luar biasa. Saya kira di Papua tidak ada yang kurang," Oto Gideon, di Jayapyura, Kamis (7/10/2021).

Berkat ulat sagu itu pula Oto Gideon berhasil meraih medali emas di PON XX Papua 2021 pada kelas 65 kg. Baginya ulat bulu memiliki peranan yang amat penting karena itulah ia menganjurkan orang lain untuk ikut mengonsumsi ulat sagu tersebut.

Baca Juga: Klasemen Sementara Perolehan Medali PON XX Papua 2021 hingga Kamis, 7 Oktober Pukul 12.00 WIB: Jawa Barat, Papua, dan DKI Jakarta Kejar-kejaran

Atlet binaraga asal Papua, Oto Gideon Wantik

Berdasarkan laporan penelitian menyebutkan bahwa larva dari kumbang merah kelapa (Rhynchophorus ferrugenesis) yang kerap bertelur di pucuk pohon sagu berprotein 9,34 persen atau hampir separuh dari daging merah yang mencapai 28 gram lebih protein per 100 gram konsumsi.

Selain itu, santapan khas Papua itu juga mengandung beberapa asam amino esensial, seperti asam aspartat (1,84 persen), asam glutamat (2,72 persen), tirosin (1,87 persen), lisin (1,97 persen), dan methionin (1,07 persen).

Oto meyakini bahwa ulat sagu mampu membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dari serangan virus dan bakteri penyebab penyakit. Kandungan asam lemak pada ulat sagu juga mampu menghalau peradangan pada tubuh dan menurunkan kadar trigliserida pada tubuh sehingga jantung akan menjadi lebih sehat.

Rasa ulat sagu disebut Oto mirip dengan sensasi menyantap potongan lemak daging sapi namun dengan semburat rasa gurih yang lebih kuat. Sajiannya disarankan dengan cara dibakar biar lebih sedap di mulut.

"Ulat sagu ini bisa dimasak dengan cara dibakar atau direbus. Tapi lebih sedap dibakar," sambung Oto Gideon.

Sajian lain bisa dilakukan dengan cara dibakar lalu dibungkus dengan varian daun lalapan seperti yang dilakukan atlet Papua peraih emas binaraga di kelas 75 kg PON XX Edoardus Apcowo.

"Kalau saya biasanya dibungkus dengan lalapan daun. Kalau menurut saya ulat sagu lebih mirip sama rasa ikan salmon. Sangat cocok buat protein tubuh," tambahnya.

Ulat Sagu

ABagi atlet yang juag meraih medali emas di PON XVIII Riau 2012 itu justru mengecap rasa gurih ulat sagu berasal dari kandungan lemak larva berwarna putih dan terlihat gemuk itu.

"Baik untuk protein dan otot. Karena dia punya lemak itu bukan lemak jenuh," katanya.

Edo menyebut ulat sagu cocok bagi atlet pemula yang ingin merintis karir di binaraga sebab harga jualnya yang relatif terjangkau.

Harga ulat sagu di sejumlah lokasi kuliner di Papua dibanderol seharga Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per 25 ekor kata Edo menambahkan. Bahkan ulat tersebut cenderung mudah didapat pada perkebunan pohon sagu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini