Share

Jatuh saat Bertanding di PON XX Papua 2021, Atlet Gantole Sumbar Khaidir Anas Jalani Perawatan Intensif

Antara, Jurnalis · Senin 04 Oktober 2021 19:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 43 2481182 jatuh-saat-bertanding-di-pon-xx-papua-2021-atlet-gantole-sumbar-khaidir-anas-jalani-perawatan-intensif-xWi9tY9zC6.jpg Khaidir Anas saat berlaga di cabor gantole PON XX Papua 2021. (Foto: Laman resmi PON XX Papua)

MERAUKE – Atlet gantole Sumatera Barat, Khaidir Anas, mengalami insiden kala tengah berlaga di PON XX Papua 2021. Dia terjatuh dan kini harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Ya, kejadian nahas menimpa Khaidir Anas kala berlaga di kelas A Lintas Alam Lapangan Advent Doyo Baru PON Papua XX 2021. Dalam perlombaan yang digelar pada Minggu 3 Oktober 2021 sekira pukul 12.50 WIT itu, dia terjatuh.

Alhasil, Khaidir Anas pun kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Youwari di Kota Jayapura. Pelatih gantole Sumbar, Philips R Sakti, saat dihubungi dari Merauke, pada Minggu 3 Oktober 2021, mengatakan bahwa setelah mengalami insiden, Khaidir sudah mendapatkan perawatan intensif.

Khaidir juga sudah menjalani tes radiologi dan hasilnya memang ada tulang punggung yang merenggang. Selain itu, saat terjatuh, yang mendarat pertama kali ke tanah adalah kening dari Khaidir Anas. Alhasil, ada lecet dan lebam. Selain itu karena shock, Khaidir Anas juga mengalami sesak napas sehingga diberikan oksigen.

"Hasil ini tentu membuat Khaidir Anas tidak dapat melanjutkan pertandingan di kelas A untuk kategori lintas alam," kata Philips.

Dirinya berharap semoga kondisi Khaidir tidak terlalu parah dan bisa membaik dalam waktu yang cukup dekat. Philips menduga penyebab jatuhnya atlet Sumbar itu bukan karena faktor angin yang kencang, melainkan karena menggunakan layangan yang baru dengan teknologi canggih untuk perlombaan siang tadi.

BACA JUGA: Hasil Sepakbola Putra PON XX Papua 2021: Jawa Timur Libas Sumatera Utara, Aceh Menang Tipis atas Kalimantan Timur

"Alat ini memiliki mobilitas yang tinggi dan juga liar untuk dikendalikan. Selain itu, alat ini mampu membuat atlet menyelesaikan kategori lintas alam dalam waktu yang cepat," kata dia.

BACA JUGA: PON XX Papua 2021, DKI Jakarta Tambah Medali Emas Lewat Cabor Renang Perairan Terbuka

Persoalannya, alat ini belum sering digunakan oleh Khaidir Anas dalam latihan. Dulu pernah ingin digunakan untuk aero touring yakni dengan ditarik gantole bermotor, namun gagal. Kemudian sewaktu di Banten, ada perlombaaan, ia sudah mendaftar namun saat akan bertanding motor penarik gantole rusak.

"Saat di PON Papua ini, ada waktu untuk latihan jelang tanding, namun Khaidir tidak mendapatkan jadwal tersebut dan layangan itu digunakan pada perlombaaan tadi," kata dia.

Philips mengatakan karena layangan yang liar membuat Khaidir jatuh dan merusak rumah warga yang ada di dekat lapangan tersebut. Menurut dia, Khaidir beruntung karena tidak jatuh ke jalan aspal yang dilalui kendaraan karena dampaknya lebih fatal.

"Saya sudah mengingatkan untuk menggunakan layangan yang lama saja, namun sebagai pelatih tidak mau memaksakan kehendak. Saya berharap dia segera sembuh dan tidak memberikan dampak kepada rekan lainnya," kata dia.

Jatuhnya Khaidir bisa memberikan pengaruh kepada rekannya Rijalul Fathoni yang juga berlaga di kelas yang sama. Pada saat pertandingan, Rijalul dinyatakan Do Not Fly (DNF) karena tidak memenuhi jadwal terbang yang diberikan panitia.

"KIta berharap setelah malam ini atlet bisa beristirahat dan segar kembali untuk memberikan yang terbaik. Terutama esok ada kelas B yakni NSR Yalatif yang memberikan emas untuk Sumbar di kategori ketepatan mendarat dan untuk lintas alam saat meraih emas di PON Jabar 2016," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini