Terkendala Anggaran, Prokes PON XX Papua 2021 Tak Akan Tiru Olimpiade Tokyo 2020

Muammar Yahya Herdana, Jurnalis · Kamis 23 September 2021 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 43 2475726 terkendala-anggaran-prokes-pon-xx-papua-2021-tak-akan-tiru-olimpiade-tokyo-2020-Ddz3hWbGOh.jpg PON XX Papua 2021 akan dimulai 2 Oktober. (Foto/Diskkominfo Papua)

JAKARTA – Protokol Kehehatan (Prokes) Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 tidak akan meniru Olimpiade Tokyo 100 persen. Hal itu disampaikan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto.

PON XX Papua 2021 akan segera resmi dibuka. Ajang terbesar olahraga terbesar di Indonesia itu digelar pada 2 hingga 13 Oktober 2021.

 Foto/PON

Gatot menjelaskan bahwakondisi berbeda yang dialami oleh Jepang dan Indonesia menjadi alasan utamanya prokes diterapkan tak sama. Meski Olimpiade Tokyo 2020 bisa dibilang sukses menekan penularan Covid-19, anggaran yang dimiliki oleh Indonesia masih berada jauh di bawah Jepang.

Baca juga: Rampung 93 Hari, Venue Rugby PON XX Papua 2021 Raih 3 Rekor MURI

“Kami sebenarnya ingin tiru prokes Olimpiade Tokyo 2020 100 persen. Namun perbedaan anggaran dan sebagai macamnya, kita tidak bisa meniru hal tersebut secara keseluruhan,” ujar Sesmenpora kepada awak media secara virtual, Kamis (23/9/2021).

Baca juga: PON XX Papua 2021, BNPB Kirim Bantuan 3 Juta Masker dan 500 Ribu Botol Hand Sanitizer

Meski begitu, pemerintah akan terus berupaya agar penyelenggaraan turnamen tersebut. Berbagai prosedur pun dipersiapkan untuk meminimalisir terjadinya penularan Covid-19 di Indonesia, khususnya di Papua.

“Pada upacara pembukaan, kita akan lakukan prosedur yang ketat. Para pihak yang akan masuk ke stadion akan diberikan gelang sebagai izin masuk dan juga diharuskan menunjukan sertifikat vaksin,” imbuh Sesmenpora.

Untuk mengurangi resiko penularan antar atlet, panitia sudah memberlakukan keputusan bahwa para atlet harus datang H-3 sebelum pertandingan, dan kembali pulang pada H+3 setelah pertandingan.

“Kami akan mewajibkan seluruh atlet untuk melakukan tes PCR sebelum dan sesudan keberangkatan maupun kepulangan. Mereka juga diwajibkan hadir H-3 sebelum pertandingan dan kembali pulang H+3 setelah pertandingan selesai,” lanjut dia.

Foto/Ist

Hal lainnya yang berbeda dari Olimpiade Tokyo 2020 adalah, PON XX Papua bisa dihadiri oleh penonton. Namun untuk menghindari kerumunan, sebuah venue hanya akan dapat menampung sebanyak 25 persen dari kapasitas.

“Sesuai kesepakatan yang sudah ditetapkan, semua pertandingan bisa dihadiri oleh penonton. Namun setiap venue hanya dapat menampung sebanyak 25 persen saja, dan sudah termasuk para official, awak media, dan lainnya,” tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini