TOKYO – COVID-19 memang bisa dibilang menjadi momok bagi para atlet jelang tampil di Olimpiade Tokyo 2020. Namun ada hal lain yang juga patut diwaspadai oleh para atlet kala tampil dalam pesta terakbar di dunia tersebut, yakni bencana alam.
Seorang ahli Seismologi Jepang bernama, Robert Geller menggambarkan potensi bencana alam di negara tersebut selama pergelaran Olimpiade Tokyo 2020 berlangsung. Menurutnya, meski kemungkinan terjadi sejauh ini masih cenderung kecil, namun ada baiknya peserta tetap mengingat status “Ring of Fire” di negara ini.

Status ini memang mengidentikkan Jepang dengan sejumlah bencana alam yang lebih berpotensi terjadi dibanding negara-negara lain. Katakanlah seperti, gempa bumi, tsunami, topan, banjir, dan letusan gunung berapi.
Dikelilingi dengan banyaknya gunung berapi dan parit samudra cekungan Pasifik, Jepang menyumbang sekitar 20% dari gempa bumi berkekuatan 6,0 skala richter atau lebih besar di dunia. Rata-rata negara ini mengalami gempa setiap lima menit sekali.
Baca Juga: 5 Rekor yang Mampu Diciptakan Indonesia di Olimpiade, Nomor 2 Paling Berkesan
Terlepas dari sistem peringatan tsunami yang canggih, Jepang pernah mencatatkan sejarah kelam dari bencana ini pada 2011. Saat itu sebanyak 20.000 orang tewas dan objek-objek vital di sana hancur seketika.
Belum lagi terdapat kenyataan pada awal bulan ini bahwa terjadi longsor di bagian Barat Daya Jepang. Bencana ini mengakibatkan sedikitnya 15 orang tewas. Hal ini merupakan pengingat bahaya bagi warga.