nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PBTI Siap Gelar Babak Kualifikasi Pra PON 2020

Jum'at 06 September 2019 11:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 06 43 2101377 pbti-siap-gelar-babak-kualifikasi-pra-pon-2020-1L9uafkbuz.jpeg PBTI siap gelar Pra PON 2020 (Foto: Istimewa)

BANTEN - Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) bekerjasama dengan Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Banten sebagai tuan rumah, siap menggelar babak kualifikasi Pra PON 2020 di Indoor Stadium Sport Center, Kabupaten Tangerang - Banten, 27 hingga 29 September 2019.

Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) H. M Thamrin Marzuki mengatakan, pihaknya berharap babak Kualifikasi Pra PON 2020 ini, dapat memacu dan meningkatkan prestasi para taekwondoin di seluruh provinsi. Oleh karenanya, diharapkan provinsi yang mengikuti ajang ini, telah mempersiapkan para atletnya semaksimal mungkin demi kemajuan prestasi taekwondo Indonesia di tingkat nasional. Sebab ajang yang diikuti oleh taekwondoin senior dan terbaik disetiap propinsi ini, sebagian besar akan menjadi kekuatan taekwondo nasional dalam mewakili negara di event-event internasional.

PBTI siap gelar Pra PON 2020

Dalam konteks itulah maka para pengurus propinsi dan para atlet, senantiasa bukan saja fokus mewakili daerahnya nanti di PON 2020 di Papua, tapi juga ajang ini difokuskan untuk merebut tempat terbaik di tim nasional untuk mengikuti Sea Games 2019 di Filipina.

“Makin dekatnya pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua - 2020 dan Sea Games Philipina 2019 di harapkan seluruh Pengurus Provinsi TI mempersiapkan atlet - atlet potesialnya secara maksimal yang nantinya dapat kita seleksi secara maksimal pula untuk dapat turut berpartisipasi demi kemajuan dan prestasi Taekwondo Indonesia di tingkat Nasional, Asia maupun Dunia. Besar harapan kami, putra - putri Taekwondoin terbaik dari seluruh provinsi ini dapat memberikan hasil yang maksimal.” ujar Bapak Thamrin Marzuki.

Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi, Yefi Triaji mengatakan bahwa babak kualifikasi PON 2020 ini dilaksanakan selain mengikuti ketentuan kalender program, SOP pertandingan dan sistem pertandingan berstandard World Taekwondo, juga sesuai dengan pertimbangan dan masukan seluruh pengurus propinsi.

Hasilnya, Babak Kualifikasi Pra PON 2020 diputuskan menggunakan Sistem SEEDED dari hasil Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX - Jawa Barat Tahun 2016 (Ranking 1 - 8 + Papua) dan dibagi dalam 3 (Tiga) Pool sedangkan untuk Provinsi lainnya akan di Random agar memenuhi 3 (Tiga) Pool dengan distribusi merata.

Babak Kualifikasi Pra PON 2020 mempertandingkan kategori Kyorugi dan Poomsae. Untuk kategori Kyorugi digunakan sistem gugur, dengan menggunakan PSS KPNP. Adapun untuk kategori poomsae menggunakan sistem Cut Off dengan menggunakan aplikasi Taekwonshoft. Nomor kyorugi mempertandingkan 16 nomor kelas, terdiri 8 kelas putra (Under 54, Under 58, Under 63, Under 68, Under 74, Under 80, Under 87 dan Over 87) dan 8 kelas putri (Under.46, Under 49, Under 53, Under 57, Under 62, Under 67 danUnder 73). Untuk kategori poomsae terdiri dari kategori Poomsae Recognize (Pasangan / Pair) dan kategori Freestyle terdiri dari Individual Putra, Individual Putri, Pair dan Mixed Team. Untuk Poomsae Recognize para atlet akan mempresentasikan Taegeuk 6,7,8 Jang, Koryo, Keumgang, Taebaek, Pyongwon dan Shipjin.

Terkait dengan informasi tersebut, pengurus propinsi diharapkan untuk segera menginformasikan pendaftaran kepesertaan mereka yaitu selambat-lambatnya pada tanggal 15 September 2019 yang merupakan tahap pertama pendaftaran entry by class. Untuk Entry by Name, selambat-lambatnya dilaksanakan pada tanggal 20 September 2019.

PBTI siap gelar Pra PON 2020

Secara khusus Kabid Binpres PBTI juga menjelaskan bahwa peserta Kyorugi dan Poomsae di ajang Babak Kualifikasi Pra PON dan Kejuaraan Nasional Senior 2019 ini adalah kelahiran Tahun 1993 – 2003. Ditambahkan pula bahwa Babak Kualifikasi Pra PON 2019 ini nantinya akan menyeleksi sebanyak 128 atlet kyorugi dan 40 atlet poomsae, sehingga yang nanti bertarung di PON 2020 di Papua adalah sebanyak 168 atlet. Secara khusus Kabid Binpres juga mengingatkan bahwa pelatih yang mendampingi atlet dilapangan cukup satu orang pelatih saja dan telah memiliki sertifikasi kepelatihan tingkat nasional. Dan wajib berpenampilan rapih dengan ketentuan yang sudah ditetapkan, yakni menggunakan Jas dan bersepatu. Tidak diperkenankan menggunakan sandal ataupun topi.

Pengprov TI Banten selaku tuan rumah, saat ini tengah berbenah untuk menyiapkan segala fasilitas dan keperluan pendukung untuk mensukseskan ajang empat tahunan ini. Sekretaris Umum TI Banten yang juga sekaligus Ketua pelaksana pertandingan, Fiva Zabreno mengatakan bahwa, dirinya berharap seluruh peserta dalam hal ini pengurus propinsi agar mengikuti seluruh ketentuan yang telah ditetapkan oleh PBTI. Dari proses registrasi, technical meeting hingga pemahaman mengenai ketentuan pelaksanaan pertandingan, diharapkan dilakukan sesuai dengan deadline tanggal yang sudah ditetapkan. Hal ini dimaksudkan agar seluruh proses dan pelaksanaan babak kualifikasi Pra PON 2019 nantinya berjalan dengan lancar, tidak terkendala dengan adanya masalah teknis administratif. Ditambahkan Fiva, Pengprov TI Banten, selaku tuan rumah akan berusaha semaksimal mungkin menjadi tuan rumah yang baik, melayani dengan segenap hati untuk sinergi masa depan prestasi taekwondo Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini