nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mundur dari BWF World Tour Finals 2018, Marcus: Takut Tambah Parah

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Sabtu 15 Desember 2018 02:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 14 40 1991552 mundur-dari-bwf-world-tour-finals-2018-marcus-takut-tambah-parah-pwEre3Pr21.jpg Marcus Fernaldi Gideon (Foto: laman resmi BWF)

GUANGZHOU – Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon, memutuskan untuk mundur dari gelaran BWF World Tour Finals 2018. Meski masih memiliki peluang untuk lolos ke babak semifinal, pasangan berjuluk The Minions itu memilih untuk mundur lantaran cedera yang dialami Marcus.

Marcus sendiri mengatakan saat ini kondisi lehernya masih membuatnya tidak nyaman. Ia pun mengaku tak ingin memaksakan untuk tampil karena takut cederanya tersebut bertambah parah.

“Jadinya memang mundur, leher saya terasa nyut-nyutan sampai ke mata kanan. Leher saya juga terasa kencang. Saya tidak mau memaksakan, takut tambah parah," komentar Marcus, melansir dari laman resmi PBSI, Sabtu (15/12/2018).

Asisten pelaih ganda putra Indonesia, Aryono Miranat juga membenarkan hal tersebut. Aryono menjelaskan bahwa Marcus pertama kali merasa ada yang salah dengan lehernya saat pertandingan penyisihan grup pertama melawan Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark). Kendatu begitu, pada laga tersebut Kevin/Marcus sukses meraih kemenangan lewat tiga gim 20-22, 21-17, 21-13.

Baca juga: Marcus/Kevin Mundur dari BWF World Tour Finals 2018

“Kejadiannya itu waktu menghadapi pasangan Denmark, (Kim) Astrup/(Anders Skaarup) Rasmussen, saat itu pertandingannya keras, mungkin ada pukulan yang tidak pas atau maksa. Kan kelihatan di video pertandingannya kalau dia sering menggeleng-gelengkan kepalanya karena lehernya sakit. Semalam pun melawan Li (Junhui)/Liu (Yuchen) juga tidak maksimal,"tambahnya.

"Kondisinya sekarang lehernya masih sakit, sekarang nyerinya sampai ke mata, jadi matanya seperti kedutan. Marcus sudah lapor ke referee dan diminta menjelaskan histori cederanya ke dokter pertandingan," tutup Aryono.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini