Herry IP Optimis Ganda Putra Sumbangkan Gelar di All England 2018

Bagas Abdiel, Jurnalis · Selasa 13 Maret 2018 08:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 13 40 1871811 herry-ip-optimis-ganda-putra-sumbangkan-gelar-di-all-england-2018-vMzl2liZER.jpg Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Foto: AFP)

BIRMINGHAM – Ganda putra Indonesia tampaknya mengalami nasib kurang menguntungkan dalam hasil undian All England 2018 yang berlangsung pada 14-18 Maret 2018. Pasalnya sejumlah pasangan Merah Putih harus saling membunuh di babak-babak awal.

Namun begitu, pelatih ganda putra pelatnas PBSI yakni Herry Iman Pierngadi mengaku tetap optimis untuk mempertahankan gelar. Tahun lalu, ganda putra berhasil mengamankan satu gelar bagi Indonesia di ajang bulu tangkis tertua dunia ini melalui Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Tahun ini, Indonesia menurunkan kekuatan empat ganda putra untuk kembali mempertahankan titel All England 2018. Selain Marcus/Kevin, Tim Merah Putih memainkan tiga pasangan lainnya yakni Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Angga Pratama/Rian Agung Saputro.

Baca juga Fajar/Alfian Sebut Service Fault sebagai Faktor Kekalahannya di Final Jerman Open 2018

Tetapi tiga pasangan Indonesia memiliki kemungkinan akan saling bertemu sebelum memasuki babak delapan besar. Satu yang pasti satu pasangan ganda putra akan tersingkir di babak pertama. Sebab Marcus/Kevin akan bertemu Angga/Rian di babak 32 besar. Setelah itu, pemenang duel tersebut akan berkemungkinan bertemu Fajar/Rian.

Sementara itu, Ahsan/Hendra berada di undian yang terpisah. Mantan juara dunia itu akan menghadapi pasangan Belanda, Jacco Arends/Ruben Jille di babak pertama. Herry pun menanggapi hal itu dengan memberikan masukan yang positif kepada BWF.  

“Optimis tetap dong, tetapi disayangkan drawing-nya kurang menguntungkan untuk Indonesia. Masukan buat BWF, kalau turnamen penting seperti All England, ada baiknya proses drawing itu disiarkan langsung via live streaming atau ada saksi,” ungkap Herry, mengutip dari laman resmi PBSI, Selasa (13/3/2018).

Baca juga Ganda Putra Peraih Perak Olimpiade Rio Kritisi Aturan Servis Baru

Herry mencontohkan seperti gelaran turnamen beregu Piala Thomas-Uber dan Sudirman, undian selalu dilakukan manual dan terbuka. Hal tersebut bisa dirasakan adil dan lebih terbuka. Apalagi All England adalah salah satu turnamen bergengsi.

“Misalnya seperti di beregu, drawing manual dan bisa dilihat semua orang. Jadi kalau draw-nya sudah begitu dan masih ketemu sesama Indonesia, ya namanya nasib. Kalau pun drawing menggunakan komputer, ada baiknya bisa disaksikan, kan jauh lebih fair, ini menurut pemikiran saya,” pungkasnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini