Image

Sirkuit Internasional Shanghai, Lintasan Balap Penuh Arti yang Menggabungkan Budaya dan Teknologi

Karina Nur Shabrina, Jurnalis · Kamis 08 Juni 2017, 19:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 06 08 37 1711234

MENONTON keseruan ajang balap Formula One (F1), tentunya ada satu hal yang tidak terlepas dari setiap gelaran balap mobil paling prestisius itu. Ya, lintasan balap. Melaju bersama mobil andalan masing-masing, para pembalap F1 unjuk gigi di sirkuit yang menggelar hajatan F1.

Salah satu sirkuit yang tak pernah ketinggalan menjadi tempat berlangsungnya balapan rangka besi itu adalah Sirkuit Internasional Shanghai. Selesai dibangun pada 2004, sirkuit kebanggaan China itu telah menggelar 14 balapan F1.

Sirkuit Shanghai sendiri menelan dana fantastis dalam proses pembangunannya. Menghabiskan dana senilai 450 juta dolar atau kurang lebih Rp6 triliun, tak aneh jika Sirkuit Internasional Shanghai menjadi sirkuit termahal kedua di dunia, hanya kalah dibanding Sirkuit Abu Dhabi.

Terletak di Jiading, Shanghai, China, sirkuit dengan kategori satu itu mampu menampung kapasitas 200.000 penonton. Dengan desain yang mewah dan arsitektur modern, para penggemar balap pun dimanjakan di Sirkuit Shanghai. Tak hanya kemewahan itu, desain sirkuit pun memiliki arti yang dalam bagi warga China.

Menurut Hermann Tilke dan Peter Wahl, dua arsitek perancang sirkuit, lintasan sepanjang 5,4 km Sirkuit Internasional Shanghai itu dibangun dengan mengikuti bentuk karakter huruf China ‘shang’, yang artinya tinggi.

Simbol sejarah China lainnya pun direpresentasikan dalam bangunan sirkuit, seperti bentuk paviliun gedung yang mirip dengan situs Yuyan Garden di Shanghai. Di Sirkuit Shanghai, para penggemar balap akan menemukan perpaduan antara budaya lokal dan teknologi canggih.

Sementara bagi para pembalap sendiri, sirkuit ini dikenal dengan perubahan akselerasi dan deselerasi yang menjadi ciri khasnya. Dengan belokan yang berliku-liku, para driver pun dituntut untuk memiliki fokus yang tinggi.

Dengan total 56 lap, para pembalap harus menaklukkan 16 tikungan di Sirkuit Shanghai. Melaju bersama mobil andalan timnya, pembalap yang unjuk gigi mampu melaju dengan kecepatan 300 km per jam pada lintasan lurus antara tikungan 13 dan 14.

Menjajal aspal lintasan, gelar raja Sirkuit Shanghai sendiri berhak diberikan kepada pembalap Mercedes, Lewis Hamilton. Driver asal Inggris itu tercatat lima kali menjadi pemenang di Shanghai pada 2008, 2011, 2014, 2015, dan 2017. Dengan torehannya, pembalap sensasional itu sekaligus menjadi pembalap dengan kemenangan terbanyak di Sirkuit Shanghai.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini