"Medali ini sangat istimewa karena banyak sekali waktu yang dikorbankan, mulai dari latihan, kita harus disiplin setiap hari pagi-sore. Otomatis saya sebagai mahasiswa juga harus bisa mengatur jadwal kuliah dan latihan," tuturnya.
Terkait pertarungannya dengan Suhermansyah di babak final, Hendika harus melaluinya dengan sengit dalam tiga babak. Total, ia menang dengan skor 2-1.
Ia sendiri tidak peduli siapa lawan yang dihadapinya. Sebab ia sudah melakukan persiapan dengan matang bersama tim pelatih. "Pelatih bilang ketemu lawan siapapun (di final) kita harus siap dan percaya Allah SWT akan memberikan yang terbaik," ucap Hendika.
Alhasil, pengalaman pertama di PON menjadi sesuatu yang manis bagi Hendika. Sebab di awal debutnya, ia berhasil menggondol medali emas yang sangat diinginkan atlet lain.
"Yang spesial, otomatis medali ini untuk orangtua dan keluarga besar saya," pungkas Hendika.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.