Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Laporan Perenang AS Terkait Perampokan Ternyata Palsu

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Jum'at, 19 Agustus 2016 |15:53 WIB
Laporan Perenang AS Terkait Perampokan Ternyata Palsu
Ryan Lochte
A
A
A

RIO DE JENEIRO - Para perenang Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya mengaku dirampok oleh sekelompok pria bersenjata dengan seragam polisi ternyata mengarang cerita untuk menutupi kasus perusakan yang dilakukan mereka di sebuah pom bensin.

Salah seorang perenang tertangkap kamera pengawas merusak pintu kamar mandi dan memicu pertikaian dengan karyawan pom bensin, yang menuntut ganti rugi atas kerusakan itu. Namun, setelah aparat dipanggil, mereka membayar ganti rugi dan pergi.

Sebelumnya, Ryan Lochte menyatakan telah menjadi korban perampokan menggunakan senjata di Rio de Janeiro, Brasil, pada Minggu 14 Agustus pagi waktu setempat. Pria berusia 32 tahun itu termasuk bagian dari kontingen Negeri Paman Sam di ajang Olimpiade Rio 2016.

Peraih medali emas dalam nomor gaya bebas estafet (4x200) tersebut dirampok bersama tiga rekannya yakni Gunnar Bentz, Jack Conger, dan Jimmy Feigen ketika taksi yang mereka tumpangi diberhentikan oleh perampok yang menyamar sebagai polisi.

Sebelum Lochte diketahui meninggalkan Brasil, seorang hakim meminta empat perenang agar menyerahkan paspor sambil menunggu penyelidikan polisi. Pemerintah Brasil berhasil mencegah Gunnar Bentz dan Jack Conger di bandara Rio de Janeiro, ketika akan terbang ke Amerika Serikat.

(Fransiskus Dasa Saputra)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement