Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pendekar Pencak Silat Kepung Bandung

Ramdani Bur , Jurnalis-Jum'at, 26 Desember 2014 |14:54 WIB
Pendekar Pencak Silat Kepung Bandung
Ribuan pendekar pencak silat akan "mengepung" Bandung. (Foto: AFP/Hoang Dinh Nam)
A
A
A

BANDUNG - Menjelang acara Temu Pendekar Pencak Silat Internasional yang akan digelar pada Mei 2015, para pendekar pencak silat se-Indonesia akan hadir dalam acara "Temu Pendekar Pencak Silat ke-3 tahun 2014” yang akan berlangsung di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung, Sabtu (27/12/2014).

Asep Gunawan selaku salah satu seorang penggerak Masyarakat Pencak Silat Indonesia (MASPI), mengatakan digelarnya acara ini untuk melestarikan cabang olahraga yang berasal dari Indonesia itu agar tetap eksis baik di nasional maupun internasional.

"Kegiatan temu pendekar ini dalam rangka melestarikan pencak silat, baik pencak silat olahraga maupun tradisi,” kata Asep seperti dilansir Antara, Jumat (26/12/2014).

Selain pendekar pencak silat dewasa, nanti juga akan menyertakan atlet-atlet silat belia dari tingkat sekolah dasar guna menampilkan garapan tematik berjudul ‘Cinta Tanah Air’.

Selain itu, Asep juga mengatakan kalau olahraga ini mengalami penurunan minat di kalangan pelajar, karena pencak silat hanya dimasukkan dalam ekstarkurikuler, bukan dalam muatan lokal di sekolah dari SD sampai SMA.

“Saat ini, silat hanya ada di ekstrakurikuler, itu juga tergantung sekolahnya. Silat harus diselamatkan melalui pendidikan formal SD sampai SMA,” sambungnya.

Saat ini, pencak silat terbagi dua, yakni silat sebagai seni tradisi dan silat sebagian dari olahraga. Silat seni tradisi hampir punah di beberapa daerah di Indonesia dan perkembangannya sangat jauh dibandingkan pencak silat sebagai bagian dari olahraga.

“Silat tradisi hampir punah di beberapa daerah, karena tidak adanya dukungan dari pihak pihak tertentu. Sedangkan silat olahraga diiming-imingi dengan bonus bagi yang berprestasi, menjadikan silat olahraga lebih dipilih," tutupnya.

Pencak silat mulai dipertandingkan di ajang SEA Games 1987 di Jakarta. Hingga kini ,cabang olahraga yang identik dengan kebudayaan Melayu itu selalu dipertandingkan di turnamen dua tahunan tersebut. Pada Asian Games 2018 yang diadakan di Jakarta, olahraga yang terkadang menggunakan senjata dalam penampilan atletnya akan dipertandingkan pada turnamen olahraga antarnegara asia tersebut.

(Fajar Anugrah Putra)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement