nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah sepatu bola Tibo Bonai

Hasan Kurniawan (Sindonews), Jurnalis · Selasa 20 Desember 2011 02:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2011 12 19 469 544598 XJqm79Jv9y.jpg
Sindonews.com - Tidak banyak yang mengetahui masa kecil Titus Bonai. Penyerang Persipura Jayapura yang akrab disapa Tibo ini mulai mengenal dunia sepakbola sejak kelas 4 Sekolah Dasar (SD). Selama 2 tahun, Tibo kecil bermain bola di lapangan hijau tanpa alas kaki. Berbeda dengan teman-temannya, Tibo kecil lebih suka bermain dengan orang yang lebih besar dari dirinya.

Baru kelas VI SD, Tibo mendapatkan sepatu sepakbolanya. Sepatu itu diberikan oleh seorang Argentina sebagai hadiah atas prestasinya di lapangan hijau. "Sepatu sepakbola pertama saya diberi oleh orang Argentina," ujar Tibo, kepada Sindonews saat berkunjung ke Kantor Redaksi Harian Sindo, MNC Tower, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2011).

Tibo mengaku sangat sayang dengan sepatu pertamanya itu. Kini, sepatu itu sudah hilang dicuri orang. Saat mengetahui sepatunya hilang dicuri, Tibo mengaku menangis. Memasuki SMP, Tibo membeli sepatu keduanya. Prestasinya di lapangan hijau semakin gemilang. Hampir disetiap pertandingan sepakbola, Tibo diminta bermain mengisi garis depan.

Tibo memulai karirnya sepakbola profesionalnya dalam laga PON Papua tahun 2006-2008. Setelah itu, Tibo bergabung dengan klub sepakbola Persipura Jayapura. Tibo juga sempat bergabung dengan Bontang FC tahun 2009 dan Persiram Raja Ampat tahun 2009-2010. Saat ini, Tibo masih aktif di Persipura. Nama Tibo mulai terkenal sejak pertandingannya di ajang SEA Games 2011 saat membela Tim Nasional Indonesia U-23.

Setelah pertandingan itu, Tibo kerap mendapatkan tawaran bergabung dengan klub sepakbola nasional dan asing. "Kemarin saya ditelpon dari Thailand dan ditawarkan main ke sana, Singapura juga. Tapi saya bilang masih di Persipura. Saya tidak siap berpisah dengan anak dan istri," terang pria kelahiran Serui, 4 Maret 1989 ini.

Kendati sangar di lapangan hijau, di rumah Tibo dikenal sebagai orang yang penyayang. Tibo tidak pernah bisa bermain dengan maksimal jika hubungan rumah tangganya sedang bermasalah. Untuk itu, setiap akan berlaga Tibo selalu membawa anak dan istrinya ke lapangan hijau. Tibo bertemu dengan istrinya Novalia Metiaman sejak SMP. "Saya kenal istri sejak SMP, pacaran 6 tahun. Menikah pas selesai sekolah," jelasnya.

Keberhasilan Tibo dalam lapangan hijau didukung dengan pelatih berbakat. Dalam perjalanan karirnya, Tibo mengaku banyak pelatih sepakbola yang sudah mempengaruhi gaya bermainnya. Mulai dari pelatih Jayapura sampai pelatih Tim Nasional U-23. Mundurnya pelatih Timnas U-23, Rahmad Darmawan (RD) juga sangat disesalkannya.

"Dari Tibo kecewa RD mundur. Sebab untuk coach lokal cuma dia saja yang layak. Setiap bermain saya selalu berdoa untuk mendapat yang terbaik. Yang paling Tibo tekuni sebagai pengganti RD, adalah Pak Jekson dan Rahmat. Dua pelatih ini yang menjadi perhatian Tibo," terangnya.

Ditambahkan, tiga orang pelatih pengganti RD memiliki pengalaman yang cukup bagus dan mendapat dukungan dari RD. "Widodo dan Aji yang akan saya pilih. Untuk kedekatan mereka masih kurang. Kalau boleh pilih ke Mas Aji, karena sudah tahu karakternya. Kalau menurut saya, Readl itu memiliki sifat seperti RD, dia orangnya baik. Punya kedekatan dengan pemain," jelasnya.

(hri)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini