Kisah Sedih Jonatan Christie, Kalah Beruntun dari sang Junior di Denmark dan French Open 2026

Ramdani Bur, Jurnalis
Rabu 21 Oktober 2026 09:53 WIB
Jonatan Christie kalah beruntun dari Alwi Farhan dan Ubed. (Foto: instagram/@kemenpora)
Share :

KISAH Jonatan Christie, kalah beruntun dari sang junior di Denmark Open 2026 dan French Open 2026 akan diulas Okezone. Performa minor yang didapat Jonatan Christie di Asian Games 2026, masih berlanjut saat menjalani tur Eropa dalam dua pekan terakhir.

1. Kalah dari Alwi Farhan di 16 Besar Denmark Open 2026

Jonatan Christie memulai Denmark Open 2026 dengan hasil manis. Menantang jagoan Taiwan Lin Chun-yi di 32 besar , Jojo -sapaan akrab Jonatan Christie- menang 21-13 dan 21-14.

Jonatan Christie kalah beruntun dari adik-adiknya di Denmark dan French Open 2026.. (Foto: Humas PP PBSI)

Sayangnya di 16 besar, langkah unggulan keempat Denmark Open 2026 itu terhenti. Dihadapkan dengan sang junior yang sedang bersinar, Alwi Farhan, Jojo kalah straight game dengan skor 14-21 dan 9-21.

2. Tumbang dari Ubed di 32 Besar French Open 2026

Setelah gagal di Denmark Open 2026, Jojo yang berstatus pemain profesional lanjut main di French Open 2026. Pada babak pertama French Open 2026, Jojo lagi-lagi dihadapkan dengan sang junior, kali ini Moh Zaki Ubaidillah.

Secara ranking dunia, Jojo dan Ubed -sapaan akrab Moh Zaki Ubaidillah- jauh berbeda. Jojo saat ini menempati peringkat enam dunia, sedangkan menduduki posisi 28 dunia.

Meski kalah peringkat, Ubed pantang minder. Lewat laga sengit tiga game, Ubed menang 16-21, 21-17, 21-17 atas sang senior.

 

2. Ubed Belajar dari Jojo

Kelar pertandingan, Ubed mengungkap alasan tampil habis-habisan melawan Jojo. Setelah rontok di 32 besar Denmark Open 2026, Ubed bertekad meraih hasil lebih baik di French Open 2026.

Ubed mengaku banyak belajar dari Jonatan Christie. (Foto: Humas PP PBSI)

“Sangat bersyukur hari ini bermain lancar dan diberikan kemenangan. Saya juga senang bisa memetik pelajaran dari koh Jonatan di pertandingan tadi, kami sama-sama bisa belajar dan semuanya ngotot ingin menang. Suatu pengalaman yang berharga,” kata Ubed dalam keterangan PBSI yang diterima Okezone, Rabu (21/10/2026).

“Di gim pertama saya masih ragu-ragu, temponya terlalu pelan. Di gim kedua saya coba menaikkan tempo, mempercepat permainan. Begitu juga di gim ketiga walaupun sempat kecolongan juga,” lanjut pebulu tangkis yang membantu tim beregu putra bulu tangkis Indonesia merebut medali emas Asian Games 2026.

“Saya pastinya mau mencapai level koh Jonatan tapi masih harus banyak belajar tapi saya sedang menuju ke sana,” tutup Ubed.

(Ramdani Bur)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya