Gelaran JSF menjadi magnet bagi komunitas untuk berpartisipasi. Salah satunya komunitas Push Bike Jakarta. Oky Windarwanto, Ketua dan Pendiri Push Bike Jakarta mengaku antusias mengikuti JSF. Sudah kedua kalinya Push Bike Jakarta meramaikan event ini.
Push bike merupakan olahraga sepeda roda dua tanpa pedal (kayuhan), tanpa rantai dan sistem penggerak yang bisa diikuti oleh anak berusia 2-8 tahun. Menurutnya, Push Bike memiliki sejumlah manfaat yang baik untuk tumbuh kembang anak serta mendukung anak untuk dapat bersepeda sejak dini.
Menurutnya, Stadion JIS yang menjadi ikon Jakarta menjadi venue yang nyaman untuk komunitas Push Bike berlatih. “Antusias dan support orang tua yang anaknya mengikuti Push Bike di JIS ini luar biasa. Ini sudah kedua kalinya kami ikut JSF. Jadi anak-anak dan orang tua serta keluarga bisa lebih mengenal JIS dan rangkaian acara JSF. Event kedua ini kami ada 40 peserta Push Bike yang ikut,” ujarnya.
Caption: Komunitas Push Bike Jakarta memeriahkan gelaran JSF 2024. (Foto. dok iNews Media Group/Aldhi Chandra Setiawan).
Oky berharap Jakpro selaku pengelola Stadion JIS bisa memfasilitasi komunitasnya di JIS, untuk rutin berlatih dan menjadi basecampbagi Push Bike Jakarta. “Jadi bisa kalau tiap minggu kami berlatih Push Bike di JIS. Jadi JIS ini bisa menjadi basecamp juga bagi komunitas olahraga lainnya,” katanya.
Dalam JSF kali ini juga turut dimeriahkan dengan pertandingan antar klub sepak bola. Bicara soal turnamen mini sepak bola, Stadion JIS memiliki dua lapangan latih dengan rumput hybrid berstandar FIFA. Pengguna lapangan latih Stadion JIS dapat merasakan kenyamanan saat bermain dan dapat menggunakan fasilitas, seperti Musala, ruang ganti pemain, locker room, kamar mandi, dan lainnya.
Lapangan latih Stadion JIS juga dilengkapi dengan dua ruang tunggu (lounge) yang berada di selatan dan utara, tribun penonton yang ramah bagi penyandang disabilitas beserta penerangan berstandar FIFA untuk kenyamanan berlatih pada malam hari.