PENASIHAT Red Bull Racing, Helmut Marko, menyebut jika Mercedes-AMG Petronas bukanlah penantang gelar juara F1 2023. Menurut Marko, Mercedes begitu banyak mengalami masalah pada mobil mereka sehingga membuat duo pembalapnya yakni Lewis Hamilton dan George Russell tampil melempem di F1 GP Bahrain 2023.
Untuk diketahui, Lewis Hamilton dan George Russell gagal tampil menggila bersama Mercedes-AMG Petronas dalam seri pembuka F1 2023 di Sirkuit Internasional Bahrain, pada Minggu (5/3/2023) lalu. Pasalnya, kedua pembalap itu masing-masing harus puas finis di posisi ke-5 dan ke-7.
Melihat hal tersebut, Helmut Marko pun mengatakan kalau Mercedes masih memiliki banyak kekurangan. Dengan demikian, Marko menganggap jika tim berjuluk Silver Arrows itu bukanlah penantang gelar juara F1 2023.
"Gelar juara dunia sudah di luar tangan Mercedes. Mereka tidak hanya memiliki satu masalah dengan konsep pada tahun ini, tetapi banyak. Mercedes tidak bisa menemukan solusi pada musim dingin kemarin," ujar Marko, dilansir dari Independent, Senin (13/3/2023).
Di sisi lain, Toto Wolff yang merupakan bos Mercedes mengatakan bakal melakukan banyak pergantian pada mesin mobilnya. Hal itu dilakukan lantaran mereka meraih hasil yang kurang memuaskan di F1 GP Bahrain 2023 lalu.
Marko pun turut angkat bicara terkait apa yang ingin dilakukan Toto Wolff. Menurutnya, dengan budget cap yang tersedia saat ini, Mercedes kemungkinan tidak akan bisa mendesain dua atau tiga mobil yang berbeda.
"Itu akan sulit. Mereka tidak bisa hanya mendesain dua atau tiga mobil yang berbeda. Itu akan menjadi rumit dengan budget cap yang ada. Hadirnya mobil baru juga tidak bisa bekerja begitu saja. Anda harus kompetitif sejak awal, mereka (Mercedes) butuh lebih banyak pengetesan dan pengalaman balapan," lanjut Helmut Marko.
Sementara itu, Helmut Marko enggan jemawa usai duo pembalap Red Bull Racing yakni Max Verstappen dan Sergio Perez sukses meraih hasil positif di F1 GP Bahrain 2023. Dirinya menyebut penampilan apik dari Verstappen dan Perez belum tentu berlanjut di seri-seri berikutnya.
"Orang-orang mengatakan kami sudah berpesta dan merasa sebagai juara, tetapi Bahrain adalah lintasan yang berbeda. Seri kemarin bagus, tetapi bukan berarti akan seperti itu pada seri-seri berikutnya," pungkas Marko.
(Djanti Virantika)