Dia pun turut menceritakan mengapa dirinya gagal, terutama saat memimpin perolehan angka di posisi setting pada gim pertama, Ester mengaku kurang tenang. Dia juga buru-buru untuk segera mengakhiri pertandingan.
"Karena buru-buru, saya jadi kurang tenang. Maunya ingin cepat-cepat mematikan permainan lawan. Akhirnya malah membuat kesalahan. Beberapa kali permainan netting saya tak sampai," ungkapnya.
Sementara itu, Herli Djaenudin selaku pelatih tunggal putri, mengatakan bahwa kegagalan Ester di partai penentuan tidak lain karena faktor jam terbang. Mengingat, ajang ini merupakan debutnya dan dirinya juga masih minim pengalaman pertandingan internasional.
"Semua juga karena jam terbang Ester yang minim. Jadi belum memiliki pengalaman yang banyak untuk menghadapi di poin-poin kritis," ujar Herli.
(Rachmat Fahzry)