BUTUH usaha ekstra untuk menjadi atlet andal seperti pebulu tangkis legenda Indonesia, Susy Susanti. Dibutuhkan latihan keras dan disiplin sehingga Susy Susanti menjadi peraih medali emas pertama Indonesia di Olimpiade, tepatnya di Olimpiade Barcelona 1992.
“Untuk menjadi seorang juara tidak mudah. Butuh satu pengorbanan, butuh satu disiplin, kerja keras dan pantang menyerah. Karena juara hanya satu. Tentunya jika kita biasa-biasa saja, kita hanya menjadi orang yang biasa-biasa saja,” kata Susy Susanti dalam program Special Dialogue Okezone.
Selain membongkar rahasia suksesnya, istri dari legenda bulu tangkis Alan Budikusuma ini juga mengapresiasi keberhasilan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, merebut medali emas Olimpiade Tokyo 2020.
Terlebih, Susy Susanti kenal betul dengan Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Selain pernah menjabat Kabid Binpres PBSI 2016-2020, Susy Susanti juga bernaung di klub yang sama dengan Greysia Polii/Apriyani Rahayu, yakni PB Jaya Raya.
“Saya melihat Greysia sebagai sosok Tangguh dan penuh perjuangan. Saya mengikuti perjalanan Greysia/Apriyani. Kebetulan kami satu klub di PB Jaya Raya dan sekarang saya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum. Saya tahu bagaimana perjuangan mereka dari kecil” lanjut Susy Susanti.
BACA JUGA: Mantan Pebulu Tangkis China yang Rival Susy Susanti Kini Jadi WNI dan Tinggal di Klaten
Semua pertanyaan terkait Susy Susanti dan keberhasilan cabang olahraga bulu tangkis Indonsia di Olimpiade Tokyo 2020, dapat Anda saksikan di Special Dialogue Okezone yang mulai tayang Senin, 9 Agustus 2021 di Portal Okezone.com.
(Ramdani Bur)