FIRENZE - Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez masih berjuang menahan rasa sakit dampak luka yang didapatnya setelah terjatuh. Menjelang MotoGP Italia 2021, pembalap asal Spanyol itu menjelaskan bahwa kondisinya kurang baik dari seri sebelumnya.
The Baby Alien—julukan Marc Marquez—pada sesi latihan bebas pertama hingga ketiga MotoGP Italia 2021 tak mengesankan. Hasil itu membuat dia terlempar ke kualifikasi satu (Q1).
Marquez pun berusaha untuk menjadi dua pembalap tercepat di Q1. Sebab, dua pembalap tercepat akan bergabung bersama 10 pembalap lain, yang tampil baik sepanjang sesi latihan bebas pertama hingga ketiga di kualfikasi dua (Q2). Nantinya, pembalap akan memperebutkan 12 posisi terdepan di belakang garis start.
Baca juga: Marc Marquez Musuh Nomor 1 di MotoGP Italia: Sindir Valentino Rossi, Mir hingga Ganggu Vinales
Namun, Marquez sadar dirinya tidak punya kecepatan untuk menjadi dua pembalap terbaik di Q1. Jadi, dia memilih pembalap tercepat, berdasarkan daftar catatan waktu sebelum Q1, untuk dijadikan derek.
Baca juga: Jadwal MotoGP Hari Ini: Race MotoGP Italia Jadi Kuburan Valentino Rossi dan Marc Marquez?
Marquez memilih Vinales sebagai dereknya selama Q1. The Baby Alien -julukan Marquez- pun membuntuti Vinales, lalu menggunakan slipstream untuk menjadi lebih cepat.
Strategi Marquez berhasil karena dia bisa lanjut ke Q2, sedangkan Vinales justru gagal. Marquez akan memulai dari tempat ke-11, dua posisi di depan Vinales.
Namun, juara dunia MotoGP enam kali itu mengungkapkan bahwa dia akan kesulitan bersaing di balapan yang akan dimulai, Minggu (30/5/2021). Marquez menjelaskan bahwa otot di tubuhnya bekerja terlalu keras sehingga menyebabkan nyeri.
"Secara keseluruhan, perasaan saya baik hari ini, tetapi kekuatan saya berkurang di sore hari," kata Marc usai menjalani Q2 mengutip Speedweek.
“Saya berjuang untuk mengubah arah. Tapi bahunya sakit. Kemarin saya juga merasakan sedikit nyeri di lengan saya, hari ini juga terasa di leher saya.”
“Semua otot di sekitar bahu bekerja lebih keras dari biasanya dan pada saat yang sama tidak fit seperti biasanya. Itu membuatnya lebih buruk,” pungkas pembalap berusia 28 tahun itu.
(Rachmat Fahzry)