SPIELBERG – Pembalap Tim Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, membicarakan soal penampilannya dalam dua balapan yang digelar di Sirkuit Red Bull Ring, Austria. Ia mengaku tak menemukan hal positif dari dua balapan tersebut.
Quartararo memang harus menelan pil pahit di dua balapan MotoGP 2020 yang digelar di Sirkuit Red Bull Ring. Dalam balapan pertama di sirkuit tersebut yang bertajuk MotoGP Austria 2020, ia hanya bisa finis di urutan kedelapan.
Pada balapan kedua yang bertajuk MotoGP Styria 2020, Quartararo sejatinya optimis bisa menyelesaikan balapan di tempat yang lebih baik. Sayangnya, semua perkiraan pembalap asal Prancis itu gagal terwujud.
BACA JUGA: Quartararo Alami Kemunduran di Red Bull Ring, Rossi Beri Pembelaan
Quartararo hanya bisa menyelesaikan balapan di Sirkuit Red Bull Ring pada akhir pekan lalu dengan finis di urutan ke-13. Hasil itu tentu saja jauh lebih buruk dari balapan pertamanya di Sirkuit Red Bull Ring pada musim ini.
Karena itu, Quartararo pun menyatakan bahwa dirinya tak menemukan hal positif dari penampilannya di Austria. Ia pun meminta pihak Yamaha untuk mencari tahu apa penyebabnya dan segera berbenah.
Jika hal ini terus berlanjut, kans Quartararo untuk bisa merebut gelar juara MotoGP 2020 tentu saja akan terkikis. Bahkan, akibat dua hasil buruk di Austria, koleksi poinnya kini sudah terkejar oleh Andrea Dovizioso (Ducati).
Kini, meski masih memucaki klasemen sementara, Quartararo hanya unggul tiga poin dari Dovizioso yang mengekor di tempat kedua. Ia pun bertekad menebus hasil tersebut dalam balapan berikutnya.
"Saya meninggalkan Austria tanpa perasaan positif. Kami perlu mencari tahu apa yang terjadi, di mana kelemahan kami,” ujar Quartararo, sebagaimana dikutip dari Tutto Motori Web, Selasa (25/8/2020).
“Sebelumnya, saya memiliki perasaan bahwa lebih banyak yang bisa dilakukan. Tetapi, ketika saya mengemudi setelah Aleix Espargaro, saya melihat ada masalah di beberapa area dan saya tidak menyangka itu. Sulitnya pengereman membuat balapan sangat berbahaya,” tukasnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)