MONTE CARLO – Sebuah masalah dialami oleh salah satu pembalap Tim Mercedes AMG Petronas, Valtteri Bottas, ketika tampil di lanjutan Formula One (F1) musim 2019 Grand Prix (GP) Monako. Ya, Bottas sempat menjalani pit stop yang cukup lama pada balapan tersebut.
Momen lambatnya proses pit stop yang dialami oleh Bottas sendiri terjadi tepatnya pada awal-awal balapan di Sirkuit Monako tersebut. Awalnya Tim Mercedes menerapkan strategi ini untuk bisa menahan laju Max Verstappen dan Sebastian Vettel.
Akan tetapi ketika proses pit stop Bottas nyatanya tidak berjalan lancar. Hal tersebut dilandasi karena ketidaksengajaan Lewis Hamilton yang menabrak airgun –senapan angin untuk menyopot baut pada ban mobil F1.
Baca Juga: Lewis Hamilton Ungkap Masalah Terbesarnya di F1 2019
Hal tersebut membuat proses pit stop Bottas pun menjadi lebih lama ketimbang Hamilton. Fakta tersebut diungkapkan oleh direktur strategi Tim Mercedes sendiri, yakni James Vowles, beberapa saat lalu.
“Jika Anda bisa melakukan pit stop saat Safety Car di Monako, maka itu adalah yang terbaik. Kami tahu sejak lap ke-11 bahwa kami bisa memasang ban yang akan bertahan hingga akhir balapan. Kami optimistis medium bisa bertahan,” ucap Vowles, seperti dikutip dari Motorsport, Minggu (2/6/2019).
“Akan tetapi hard juga bertahan lebih mudah dan kompetitor kami, Vettel dan Verstappen, tahu soal ini. Itulah mengapa mereka masuk ke pit. Ketika Anda melakukan pit stop tumpuk saat Safety Car, yang terpenting adalah membuka jarak antara dua mobil,” lanjutnya.
“Sehingga mobil pertama bisa melakukan pit dan mobil kedua bisa langsung masuk. Valtteri sudah melakukan itu dengan sempurna di dalam lintasan. Lewis pit, kemudian keluar, dan giliran Valtteri yang masuk. Jadi ini adalah duel pit antara Valtteri, Verstappen, dan Vettel.”
“Sayangnya, ketika Lewis meninggalkan kotak pit, dia menabrak salah satu airgun kami dan itu membuat kami kehilangan beberapa detik untuk mengatur ulang posisi. Meski hanya sepersekian detik, dampaknya sudah besar,” tuntas pria berkebangsaan Inggris tersebut.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)