Keluhan dan gelak tawa pun bercampur. Sebab mereka harus menghabiskan makanannya meski masih kenyang. Padahal, makanan itu sengaja dibawa sebagai persiapan untuk mengisi perut malam hari di sela prosesi pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016.
"Masih kenyang. Tapi ya sudah lah daripada mubazir," ujar Ferry, salah seorang wartawan media di Bandung.
Akhirnya, seluruh makanan yang dibawa pun dikumpulkan dan disantap bersama. Meski perut terasa sudah penuh, makanan yang ada terpaksa dimakan.
Setelah bekal makanan dihabiskan dengan terpaksa, para wartawan akhirnya masuk ke tribun. Tapi di tribun sama sekali tidak ada kantin. Setelah beberapa menit, wartawan di tribun mulai mengeluh.
"Ini sudah mulai haus. Kebayang nanti sampai malam enggak bisa minum karena air sama makanan enggak boleh dibawa masuk," ungkap Roni, salah seorang wartawan lainnya.
(Fetra Hariandja)